Ilustrasi mahasiswa yang terjebak zona nyaman (Doc.Int)

BIOma – Mahasiswa saat ini sedang berada pada fase kuliah tatap maya yang pastinya menyebabkan setiap mahasiswa diharuskan tetap tinggal di rumah. Kuliah tatap maya seperti ini mendorong mahasiswa merasa bermalas-malasan sehingga keluar dari zona nyaman dengan tetap rebahan itu sangat sulit untuk dihindarkan.

Dilansir dari kompasiana.com, umumnya mahasiswa pasti pernah berada di zona nyaman. Zona nyaman merupakan posisi ketika mahasiswa merasa puas dengan segala pencapaian kecilnya. Pencapaian kecil tersebut seperti tugas mingguan, makalah, kerja kelompok. Padahal, jika mahasiswa mau meningkatkan niat dan usaha untuk membuka jendela ilmu dan keterampilan yang ada di sekitarnya, pasti sangat banyak manfaat yang dapat diperoleh dan dikembangkan. Terbiasa berdiam diri di dalam tempurung zona nyaman
dapat dikurangi dengan beberapa cara, mulai dari memperbaiki niat hingga menanggapi kegagalan dengan bijaksana.

Untuk keluar dari zona nyaman yang mengikat, luruskan niat bahwa benar-benar ingin keluar dari zona tersebut. Segala sesuatu akan terasa sia-sia jika tidak didasarkan pada niat yang kuat. Setelah niat telah diluruskan, maka ada baiknya untuk membuka mata dan mencoba menghadapi ketidaknyamanan. Walaupun awalnya sulit, tapi ketidaknyamanan merupakan suatu hal mutlak yang mau tidak mau pasti akan dihadapi baik dalam zona nyaman sekalipun. Mahasiswa juga harus pandai-pandai menuntut ilmu kapanpun dan di manapun. Menyandang gelar mahasiswa hendaknya pandai dalam menggali potensi melalui berbagai kesempatan yang berhubungan dengan ilmu. Tak kalah penting, mahasiswa harus bisa berpraksangka baik pada setiap kegagalan. Kegagalan adalah sebuah proses yang ditunjukkan oleh Tuhan agar setiap orang dapat terus belajar. Sebab, kesuksesan hanya akan diraih jika kita belajar dari setiap kegagalan yang pernah dialami.

Reporter : Hidayani Ulil Azmi

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *