Ilustrasi lulusan S1 dalam kondisi postponing reality (Doc. Int)

BIOma – Para mahasiswa yang telah lulus pada jenjang studi S1 akan mendapatkan gelar Sarjana. Setelah lulus, mahasiswa lulusan S1 akan dihadapkan dengan pilihan bekerja atau melanjutkan studi S2. Bagi individu dengan perencanaan yang matang tidak akan bingung dengan langkah selanjutnya. Namun, jika ia malah menghindar dari realita maka bisa terjebak dalam keadaaan postponing reality. Sebenarnya, apa itu Postponing Reality?

Melansir dari laman ditjen.dikti, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), postponing reality adalah keadaan dimana kamu memilih untuk menunda berhadapan langsung dengan realitas atau keadaan nyata di dunia kerja. Kebanyakan dari anak muda saat ini, setelah lulus langsung melanjutkan S2 sebagai “pelarian” karena tidak tahu mau melakukan apa. Hal itu terjadi karena para fresh graduate menganggap melanjutkan studi itu lebih baik dari pada menganggur.

Postponing reality dapat disebabkan oleh kurangnya persiapan sebelum lulus. Kegiatan organisasi maupun magang dapat membantu mahasiswa mengetahui apa langkah selanjutnya setelah wisuda. Dengan begitu, keinginan untuk “Menunda Realita” pada mahasiswa akan berkurang.

Dikutip dari laman detik.com, untuk menghindari postponing reality, mahasiswa dapat melakukan beberapa tips di bawah ini:

1. Aktif dalam organisasi kampus maupun luar kampus

Selain menambah relasi dan pengalaman, aktif di organisasi dapat memperluas pandangan kamu. Kamu dapat belajar dari teman-teman di organisasi tentang rencana masa depan mereka, atau kamu bisa mencoba bidang yang sekiranya bisa ditekuni kelak.

2. Berdiskusi dengan profesional seputar dunia pekerjaan

Dunia pekerjaan tidak semenakutkan yang dipikirkan. Semakin kamu tahu tentang dunia kerja maka semakin mantap langkah yang kamu ambil. Untuk menjalankan tips ini, kamu dapat berdiskusi dengan profesional, seperti dosen, alumni, maupun profesional di bidangnya. Mereka dapat memberikan pengetahuan tentang dunia kerja dalam bidang keahlian mereka.

3. Mulai mencari penghasilan sendiri

Menghasilkan “cuan” sejak dini dapat melatih kamu dalam bekerja. Biasanya, mahasiswa akan berjualan atau mengikuti kerja paruh waktu di sela-sela perkuliahan. Dengan langkah ini, kamu akan terbiasa dengan ritme pekerjaan dan tidak takut untuk terjun ke dunia kerja setelah lulus.

4. Beranikan diri untuk terjun ke dunia nyata

Seperti pepatah “Jika kamu tidak mencoba, tidak akan pernah tahu” maka akan lebih baik untuk mencoba langsung ke dunia nyata. Terkadang, ketakutan hanya ada di pikiran saja dan realita tidak seburuk yang kita pikirkan. Dengan terjun langsung ke dunia nyata, kamu akan tahu mana pekerjaan yang lebih cocok denganmu. Semakin banyak kamu belajar juga akan meningkatkan kualitas diri kamu.

5. Mengikuti kegiatan magang

Untuk dapat curi start sedari dini, kamu bisa mengikuti program-program magang untuk mengetahui dunia kerja. Salah satu program magang yang bisa kamu ikuti adalah Magang Merdeka dari Kemendikbudristek. Program ini diadakan agar mahasiswa bisa menerapkan kemampuannya dalam praktik magang sebelum terjun langsung ke dunia kerja. Dengan berbagai pilihan perusahaan dan posisi, mahasiswa bebas memilih tempat magang yang dirasa cocok pengembangan diri.

Banyak kesempatan emas yang bisa diraih di usia muda. Postponing reality hanya akan menjauhkan dari kesuksesan dan pengalaman baru yang bisa didapatkan. Raih semua kesempatan yang ada dan jangan terjebak dengan postponing reality.

Reporter: Nuramaliah Nasir

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *