Logo berbagai aplikasi (Doc.Int)

BIOma – Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), akan melakukan pemutusan akses atau pemblokiran terhadap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat yang tidak terdaftar. Sesuai Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020, setiap PSE Lingkup Privat baik dalam negeri maupun asing, wajib mendaftar sebelum melakukan penawaran atau melakukan kegiatan usaha secara digital di Indonesia.

Dilansir dari laman kominfo, pendaftaran PSE bertujuan untuk menciptakan ruang internet yang aman dan sehat bagi masyarakat di Indonesia. Pendaftaran PSE dilakukan melalui sistem One Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) seperti mengacu pada Permen 71 tahun 2019 tentang penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan bahwa sanksi diterapkan secara bertahap yakni mulai dari teguran tertulis, denda administratif, hingga pemutusan akses atau pemblokiran.

Berbagai aplikasi pun telah mendaftarkan diri di akhir penutupan seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Dengan didaftarkannya pengunaan whatsapp maka tidak akan perlu lagi kehilangan aplikasi perpesanan milik meta tersebut. Sementara itu, untuk aplikasi PayPal terancam diblokir, kini masyarakat diberi kesempatan untuk memindahkan uang yang ada di PayPal dengan tujuan agar tidak terkunci atau bahkan hilang ketika pemblokiran kembali dilakukan. Pemblokiran hanya dibuka untuk 5 hari kerja, yakni sampai jumat 5 agustus 2022.

Untuk informasi lebih jelas mengenai aplikasi yang terdaftar di PSE, dapat dicek melalui laman berikut ini https://pse.kominfo.go.id/home.

Reporter : RM : 6

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *