Ilustrasi Mahasiswa (Doc. Int)

BIOmaProcrastination merupakan suatu istilah bagi orang yang menunda-nunda pekerjaan atau tugas. Gejala ini kerap terlihat pada kalangan pelajar, khususnya mahasiswa. Hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti tugas yang terlalu banyak maupun rasa malas untuk mengerjakan lebih awal, sehingga akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Dilansir dari detik.com, sebuah studi bertajuk Associations Between Procrastination and Subsequent Health Outcomes Among University Students in Sweden, peneliti membandingkan mahasiswa dengan kecenderungan menunda-nunda dengan skor lebih besar, bersama mahasiswa dengan tendensi untuk menunda-nunda lebih rendah.

Hasil dari penelitian yang diuji coba pada 3.525 mahasiswa di Swedia ini menunjukkan bahwa kecenderungan menunda-nunda dapat menimbulkan gejala depresi, kecemasan, dan stres hingga 9 bulan kemudian. Lebih lanjut, mahasiswa yang suka menunda pekerjaan cenderung merasakan nyeri-nyeri seperti nyeri bahu, tangan, serta kualitas tidur yang lebih buruk, kesepian, dan kesulitan secara keuangan. Lantas, bagaimana mengatasi hal tersebut?

Alexander Rozental dkk dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa Cognitive Behavioral Therapy (CBT) atau Terapi Perilaku Kognitif rupanya efektif dalam mengurangi procrastination atau menunda pekerjaan. Terapi ini dapat mengatasi sikap menunda-nunda dengan cara memecah tujuan jangka panjang menjadi beberapa tujuan jangka pendek, mengelola distraksi, serta belajar untuk fokus pada tugas meskipun mengalami emosi negatif.

Selain itu, menurut penelitian Overcoming Procrastination: One-Year Follow-up and Predictors of Change in a Randomized Controlled Trial of Internet-based Cognitive Behavior Therapy, cara paling ampuh dalam mengelola distraksi yaitu dengan mematikan gadget dan fokus pada apa yang dikerjakan.

Berbagai metode dari penelitian di atas tentu tidak dapat diterapkan dengan mudah begitu saja. Butuh usaha untuk menghadapi berbagai jenis tugas tertentu seperti tugas yang memiliki deadline spesifik. Namun, semua perubahan yang besar berasal dari perubahan kecil yang dilakukan secara berulang-ulang oleh karena itu, kurangi kebiasaan menunda-nunda dan mulai mengerjakan tugas lebih awal dan mengurangi distraksi saat mengerjakan tugas.

Reporter : Muhammad Fadhil Jufri

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *