Ilustrasi Kartu Indonesia Pintar (Doc. Int)

BIOma – Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) diberikan kepada para pendaftar yang memenuhi syarat, salah satunya memiliki potensi akademik yang baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi.

Dua hal tersebut harus dibuktikan dengan dokumen yang sah ketika mendaftar KIP Kuliah. Selain itu, masih ada syarat lainnya yang harus dipenuhi oleh pendaftar, seperti berkas yang dibutuhkan dan tahun lulus SMA/SMK/sederajat.

Salah satu keunggulan beasiswa KIP Kuliah adalah para penerima manfaat akan dibebaskan dari biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), dan mendapatkan bantuan biaya pendidikan. Salah satu yang cukup sering menjadi pertanyaan adalah apakah penerima KIP Kuliah masih bisa mendaftar beasiswa lainnya sebagai sumber dana tambahan selama menjalani pendidikan di Perguruan Tinggi (PT).

Pertanyaan tersebut telah dijawab oleh pihak penyelenggara KIP Kuliah melalui laman resminya. Pihak penyelenggara menjelaskan bahwa mahasiswa penerima KIP Kuliah dapat mengajukan beasiswa lainnya dengan catatan, yaitu sumber dana beasiswa berbeda dengan KIP Kuliah (APBN), kecuali jika ada ketentuan lain di kontrak beasiswa selain KIP Kuliah.

Pertanyaan lain yang sering diajukan juga yakni apakah mahasiswa bisa mendaftar KIP-Kuliah? Jawabannya tidak, karena KIP-Kuliah ini hanya diperuntukkan bagi calon mahasiswa atau lulusan SMA sederajat tahun berjalan atau lulus 2 tahun sebelumnya.

Selain itu, penerima KIP Kuliah juga tidak diperkenankan mendaftar KIP Kuliah kembali di tahun selanjutnya baik di perguruan tinggi yang sama atau lain. Penerima KIP-Kuliah juga tidak boleh pindah program studi selama ia masih menerima bantuan biaya pendidikan KIP.

Namun, perlu dicatat durasi waktu pemberian bantuan KIP Kuliah (biaya pendidikan dan uang saku bulanan) dibatasi. Oleh karena itu, jika ingin kuliah gratis dari awal masuk kampus sampai lulus, maka penerima KIP Kuliah 2023 harus bisa menyelesaikan pendidikan tepat waktu.

KIP-Kuliah memberikan pembiayaan berupa (1) Pendaftaran KIP-Kuliah tidak dikenakan biaya, (2) Bebas biaya pendidikan yang dibayarkan kepada perguruan tinggi, (3) Subsidi biaya hidup sebesar Rp700.000/bulan yang disesuaikan dengan pertimbangan biaya hidup di masing masing wilayah.

Reporter : Andi Rizka Putri Muliadi

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *