Gerbang Kampus II Universitas Negeri Makassar (Doc. Int)

BIOma – Universitas Negeri Makassar (UNM) akan menggelar tes urine terhadap civitas academica yang berada di Universitas Negeri Makassar. Informasi ini tersebar dikalangan mahasiswa melalui pesan chat WhatsApp Group. Hal ini dilakukan usai ditemukan adanya brankas narkoba yang tersimpan di sekretariat yang berada di lingkup UNM.

Adapun info yang tersebar merupakan hasil dari rapat pimpinan UNM yang berisi (1) UNM akan melakukan tes urine terhadap civitas academica UNM (dosen, pegawai dan mahasiswa) dalam waktu dekat, (2) Mahasiswa baru 2023 juga akan dilakukan tes urine, dan bagi mahasiswa baru yang terdeteksi positif narkoba akan ditolak, (3) Salah satu syarat pengurus Lembaga Kemahasiswaan harus bebas narkoba, dibuktikan hasil urine, (4) Lubang-lubang tikus di setiap fakultas harus ditutup demi keamanan kampus.

Aisyah Ramadhani, salah satu mahasiswa Jurusan Fisika merasa hal tersebut wajar jika akan diadakan tes urine. Ia juga menyampaikan bahwa sebaiknya tes urine dilakukan kepada seluruh komponen yang ada di kampus II UNM jangan hanya mahasiswa saja.

Wajar saja kalau diadakan tes urin untuk antisipasi jika ada yang sudah konsumsi bisa ditangani. Cuma rasanya terlalu berlebihan juga karena kenapa harus dilibatkan fakultas lain yang tidak terlibat. Kalau memang sudah diperintahkan untuk diadakan tes urine kita ikut saja, dan menurut saya diratakan semua yang ada di partam jangan cuma mahasiswa saja,” ujarnya.

Widya Putryana, salah satu mahasiswa Jurusan Biologi juga memberikan tanggapannya. Ia merasa tes urine wajar tidaknya kembali kepada hak pribadi, permasalahan mengenai banyak fakultas yang tidak memiliki sangkut paut dengan kasus tersebut itu kembali pada pihak aparat dan pihak kampus.

Kembali kepada hak pribadi terlebih dahulu untuk diberikan pemahaman dalam rangka sterilisasi suatu tempat, permasalahan banyak fakultas yang tidak ada sangkut pautnya itu kembali kepada kebijakan pihak aparat dalam menjalankan tugas serta pihak kampus yang mengizinkan untuk memeriksa,” ungkapnya.

Nurul Amalia, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) juga memberikan tanggapannya bahwa tidak masalah akan tes urine massal selama tidak menggangu perkuliahan dan sesuai tujuannya.

Sekarang banyak modus orang menyelundupkan narkoba, bisa jadi ada juga jaringannya dari fakultas lain, jadi kalau mau betul berkomitmen UNM untuk mendukung kampus bebas narkoba, tidak masalah tes urine massal begitu. Selama dilakukan sesuai tujuannya dan tidak ada kepentingan lain,” tuturnya.

Reporter : Nur Aisyah & Yaumil Maghfirah Armas

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *