Ilustrasi menggunakan headphone (Doc. Int)

BIOma – Mendengarkan musik adalah suatu hobi, apalagi dengan headphone. Tren penggunaan headphone saat ini sangat populer di kalangan anak muda. Menggunakan headphone sangat nyaman karena dapat digunakan dimana saja, seperti di angkutan umum dan tempat umum lainnya. Tak hanya tampil trendi, suara yang dihasilkan headphone juga bisa terdengar lebih jernih dan maksimal karena menutupi hampir seluruh telinga dari kebisingan sekitar.

Namun, menggunakan headphone dalam waktu lama berdampak buruk bagi kesehatan, apalagi jika headphone tersebut tidak pernah dibersihkan. Faktanya, belum ada bukti ilmiah bahwa memakai headphone selama satu jam dapat meningkatkan jumlah bakteri di telinga sebanyak 700 kali lipat.

Penumpukan kotoran dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran dan tinitus. Gangguan ini menyebabkan telinga berdenging keras. Bakteri kotoran telinga juga dapat menyebabkan pembengkakan, iritasi, dan infeksi. Bakteri secara alami terdapat di dalam dan sekitar telinga dan populasinya dapat berfluktuasi karena berbagai alasan, seperti perubahan kondisi lingkungan, kebiasaan kebersihan, dan faktor individu. Namun, penggunaan headphone saja tidak akan menyebabkan peningkatan tajam bakteri di telinga.

Dilansir dari laman viva.co.id, Spesialis THT dr. Priyajeet Panigrahi, MBBS, DNB, dan MNAMS mengungkapkan bahwa headphone atau earphone tidak akan pernah menambah bakteri di telinga kecuali menggunakan headphone yang tidak bersih. Bakteri jarang masuk ke saluran telinga pada orang sehat karena adanya penghalang alami seperti tebalnya kulit pada saluran telinga dan adanya kelenjar kotoran yang menempel pada semua mikroorganisme.

Sebuah penelitian yang dilakukan juga menunjukkan bahwa tidak ada kejadian infeksi telinga terkait penggunaan headphone jika digunakan dengan benar. Namun, faktanya memang benar bahwa memakai headphone dapat memerangkap kelembapan dan panas di telinga, sehingga menciptakan lingkungan bagi bakteri untuk berkembang biak. Terlebih lagi jika headphone tidak dibersihkan secara teratur.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Online Journal of Health and Allied Sciences menemukan bahwa penggunaan headphone yang sering dan terus menerus meningkatkan pertumbuhan bakteri di telinga dan berbagi headphone merupakan faktor yang memungkinkan untuk memicu pertumbuhan bakteri.

Selain itu, orang yang memakai headphone in-ear juga berisiko terkena telinga perenang, yaitu infeksi saluran telinga luar yang disebabkan oleh bakteri atau jamur ketika air tetap berada di saluran telinga dalam jangka waktu lama.

Bukan hanya itu, headphone dengan kualitas yang lebih murah atau penyalahgunaan headphone dapat menyebabkan abrasi sehingga menyebabkan kerusakan pada kulit yang dapat memicu infeksi.

Jadi, meski memakai headphone tidak serta merta meningkatkan jumlah bakteri di telinga hingga 700 kali lipat, penting untuk membersihkan headphone secara rutin dan menghindari pemakaian dalam jangka waktu lama.

Reporter: Alya Fikriyah Anwar

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *