Rekap Kegiatan Tim Biologi PKM Riset Eksakta 2023 (Doc. Ist)

BIOma – Salah satu tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) dinyatakan lolos pendanaan dalam PKM 2023 dengan judul yang diangkat yaitu “Gambaran Histopatologi Ginjal dengan Pemberian Ektrak Etanol Daun Awar-awar (Ficus septica Burm. F) sebagai Inhibitor Inflamasom (NLRP3) pada Kondisi Hiperurisemia”.

Tim tersebut diketuai oleh Rughaya Salsabila SM dengan anggotanya, yaitu Andi Annisa Septiana, Muhammad Nurhadi, dan Zalza Dwi Angreani, serta A. Munisa sebagai pembimbing.

Hiperurisemia adalah kondisi medis yang ditandai dengan tingginya kadar asam urat dalam darah. Asam urat adalah produk sampingan dari pemecahan purin dalam tubuh. Ketika kadar asam urat melebihi batas normal, kristal asam urat dapat terbentuk dan menumpuk di sendi, yang akhirnya menyebabkan peradangan dan nyeri yang parah.

Inflamasom NLRP3 sendiri merupakan salah satu mekanisme pertahanan alami tubuh yang berperan dalam merespons infeksi dan kerusakan jaringan. Namun, inflamasom NLRP3 juga dapat menjadi penyebab peradangan kronis jika teraktivasi secara berlebihan. Oleh karena itu, penemuan inhibitor inflamasom NLRP3 menjadi penting dalam upaya mengendalikan peradangan yang terjadi pada kondisi hiperurisemia.

Andi Annisa Septiana sebagai salah satu anggota tim mengungkapkan bahwa dlaam riset ini, dilakukan ekstraksi daun awar-awar menggunakan metode ekstraksi maserasi. Ekstrak daun awar-awar kemudian diujikan dan diberikan perlakuan pada hewan uji mencit untuk melihat penurunan kadar asam urat pada mencit. Yang mana daun awar-awar memiliki kandungan senyawa flavonoid golongan kuaresetin.

Dalam riset ini kami melakukan ekstraksi daun awar-awar. Hasil riset menunjukkan bahwa ekstrak daun awar-awar mampu menghambat aktivasi inflamasom NLRP3 dengan efektivitas yang signifikan,” ungkapnya.

Andi Annisa Septiana juga menjelaskan bahwa riset yang dilakukan saat ini telah berhasil.

Riset ini menunjukkan hasil yang baik, melihat dari penurunan kadar asam urat pada mencit setelah diberikan perlakuan ekstrak daun awar-awar,” jelasnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa melalui gambaran histopatologi mencit juga menunjukkan adanya pengurangan peradangan setelah perlakuan dengan ekstrak daun awar-awar. Jumlah sel-sel makrofag juga menurun setelah pemberian ekstrak daun awar-awar yang menunjukkan adanya penghambatan aktivasi inflamasom NLRP3.

Melalui riset ini, ia juga berharap agar nantinya riset ini bisa dijadikan referensi baru dalam memanfaatkan sumber daya alam.

Kami berharap dengan dilakukannya riset ini, selain sebagai sumber informasi dan referensi baru dalam memanfaatkan sumber daya alam juga dapat digunakan sebagai terapi alternatif untuk menurunkan kadar asam urat dan mengurangi peradangan pada penyakit asam urat,” harapnya.

Reporter: Nurazmi Maulida

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *