Burung Mandar Aldabra (Doc.Int)

BIOma – Burung Mandar Aldabra (Dryolimnas cuvieri aldabranus) adalah burung yang sempat punah dan mampu muncul kembali setelah mengalami evolusi. Diketahui burung ini sudah 2 kali berevolusi.

Sebelum berevolusi, para ahli menamainya burung Mandar Cuvier atau white-throated rail (Dryolimnas cuvieri). Setelah berevolusi, menjadi tidak bisa terbang para ahli menamainya Mandar Aldabra (Dryolimnas aldabranus). Habitatnya berada di pulau-pulau batu kapur karang di atol Aldabra yang berlokasi di lepas pantai tenggara Afrika, di utara Madagaskar.

Mandar Aldabra memiliki ciri morfologi berupa tubuh yang berukuran sebesar ayam, dengan punggung berwarna abu-abu berbintik-bintik, kepala dan dada bermotif merah berkarat. Sekarang telah menjadi spesies terakhir burung yang tidak bisa terbang yang tersisa di Samudra hindia.

Dilansir dari laman Kompas, para ahli menemukan spesies burung Mandar Aldabra di Kepulauan Aldabra. Mereka menemukan lapisan batuan di Kepulauan Aldabra yang menunjukkan perkembangan geologis dan kehidupan biologis masa lalu di pulau itu. Para ahli berkesimpulan bahwa Mandar Cuvier terbang ke kepulauan tersebut dan mengalami spesiasi menjadi Mandar Aldabra yang tidak bisa terbang karena ketiadaan predator dan melimpahnya makanan.

Namun, 136.000 tahun lalu, kepulauan tersebut tenggelam karena kenaikan permukaan laut. Kehidupan unik di kepulauan tersebut akhirnya punah, termasuk Mandar Aldabra yang tidak bisa terbang. Kemudian, 16.000 tahun silam, Kepulauan Aldabra kembali muncul di atas permukaan laut. Kepulauan tersebut mengalami suksesi dan akhirnya berkembang menjadi penuh kehidupan. Ternyata sampai sekarang pun Mandar Aldabra masih ada di kepulauan itu, padahal fauna-fauna unik Aldabra sebelumnya tidak ada yang dijumpai kembali pasca tenggelamnya pulau itu.

Maka, para ahli menyimpulkan bahwa Mandar Cuvier terbang lagi dari Madagaskar ke Kepulauan Aldabra, menetap lagi, dan berevolusi lagi menjadi burung yang tidak bisa terbang, dalam waktu kurang dari 16.000 tahun.

Mandar Cuvier merupakan tipe burung yang sering terbang menyebar ke arah-arah acak dan mendarat di tempat-tempat yang jauh. Sarang mereka terletak di tanah, dan bayi mandar lebih mahir berlari dulu sebelum belajar terbang. Faktor-faktor itulah, menurut para ilmuwan, yang membuat Mandar Cuvier “cepat” berevolusi menjadi spesies baru yaitu Mandar Aldabra. Para ilmuwan masih berbeda pendapat soal kedua spesies ini. Ada yang menggolongkan mereka menjadi spesies terpisah, ada pula yang memasukkan Mandar Aldabra dalam subspesies Mandar Cuvier. Hal ini sekaligus memperkuat bukti bahwa, untuk menghasilkan spesies baru (spesiasi), spesies ansestornya tidak harus punah dulu. Mandar Aldabra yang merupakan hasil evolusi, tetapi koeksistensi dengan Mandar Cuvier yang merupakan spesies ansestor atau nenek moyang.

Reporter : Arya

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *