Ilustrasi Perintis Jurnalistik di Indonesia, Tirto Adhi Soerjo (Doc. LPM BIOma)

BIOma – Raden Mas Djokomono Tirto Adhi Soerjo, dikukuhkan sebagai Bapak Pers Nasional karena jasanya sebagai perintis jurnalistik nasional. Ia mendirikan surat kabar pertama yang dimiliki dan dikelola oleh pribumi, yaitu Medan Prijaji.

Tirto Adhi Soerjo adalah seorang tokoh pers dan tokoh kebangkitan nasional Indonesia, dikenal juga sebagai perintis persuratkabaran dan kewartawanan nasional Indonesia. Namanya sering disingkat T.A.S.

Tidak hanya itu, Tirto juga merupakan orang pertama yang menggunakan surat kabar sebagai alat propaganda dan pembentuk pendapat umum, serta berani menulis kecaman-kecaman pedas terhadap pemerintahan kolonial Belanda pada masa itu.

Dilansir dari laman ensiklopedia.kemdikbud.go.id, ia lahir dengan nama Raden Mas Djokomono, seorang mantan murid Stovia yang pada saat itu bekerja sebagai redaktur harian Bintang Betawi (sebelum ganti nama Berita Betawi). Ia juga kemudian memimpin Medan Prijaji yang berkantor di Bandung.

Medan Prijaji dikenal juga sebagai surat kabar nasional pertama karena menggunakan bahasa Melayu (bahasa Indonesia). Bukan hanya itu, bahkan seluruh pekerja mulai dari pengasuh, percetakan, penerbitan, hingga wartawannya adalah orang Indonesia asli.

Tirto Adhi Soerjo juga merupakan seorang pelopor pergerakan nasional yang menyusun bacaan-bacaan fiksi dan non-fiksi yang telah mendorong beberapa tokoh pergerakan seperti Mas Marco Kartodikromo, Soewardi Soerjaningrat, Tjipto Mangoenkoesoemo, Semaoen, Darsono dan lainnya untuk melakukan hal yang sama. Akhirnya pada 1973, pemerintah mengukuhkannya sebagai Bapak Pers Nasional dan pada tanggal 3 November 2006, Tirto mendapat gelar sebagai Pahlawan Nasional melalui Keppres RI no 85/TK/2006.

Reporter: Alya Fikriyah Anwar

Ilustrator: Salsabilah

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *