Platform Merdeka Mengajar (Doc. LPM BIOma)

BIOma – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) telah merilis fitur pengelolaan kinerja untuk para guru. Fitur ini dinamakan Platform Merdeka Mengajar (PMM).

Lalu, apa tujuan dari pengelolaan kinerja guru pada PMM ini?

Dilansir dari laman Pusat Informasi Guru Kemdikbud, pengelolaan kinerja pada PMM dicanangkan dengan tujuan untuk memudahkan guru maupun kepala sekolah dalam menentukan sasaran kinerja yang lebih kontekstual sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan dan pengembangan karir. Pengelolaan kinerja pada PMM beroperasi dengan mengintegrasikan sistem informasi aparatur sipil negara (ASN).

Sebelum PMM dirilis, pengelolaan kinerja guru dan kepala sekolah dilakukan lewat e-Kinerja dan sistem lain dari BKN maupun Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Tujuan utama pengadaan PMM didasarkan pada Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara.

Pengguna Platform Merdeka Mengajar

Pengguna PMM tidak digunakan untuk semua guru dan kepala sekolah. Syarat utama pengguna fitur ini adalah guru dan kepala sekolah yang merupakan ASN di bawah naungan pemerintah daerah yang telah menggunakan aplikasi e-Kinerja dengan jenis Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), yaitu 1) Guru mata pelajaran, 2) Guru kelas, 3) Guru bimbingan konseling (BK), 4) Guru pengganti, 5) Guru teknologi informasi dan komunikasi (TIK), 6) Guru pendamping, 7) Guru pendamping khusus, 8) Guru pembimbing khusus, 9) Play group teacher, 10) Kindergarten teacher, dan 11) Kepala sekolah.

Cara Menggunakan Platform Merdeka Mengajar untuk Pengelolaan Kinerja

Adapun cara untuk mengakses fitur pengelolaan kinerja di PMM, yaitu harus memiliki akun belajar.id yang aktif. Selain itu, pastikan bahwa data guru terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Selanjutnya, tahapan yang harus dilakukan pada pengelolaan kinerja di PMM antara lain perencanaan kinerja, pelaksanaan kinerja, dan penilaian kinerja. Ketiga hal tersebut perlu dilakukan setiap enam bulan sekali.

Oleh karena itu, menggunakan pengelolaan kinerja pada PMM bertujuan agar guru bisa mendapatkan kemudahan dalam memilih satu praktik pembelajaran yang relevan dan juga memilih kegiatan pengembangan kompetensi sesuai preferensi.

Reporter : Chacha Cahyani

Ilustrator : Husnul Khatimah

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *