Ilustrasi procrastination (Doc. LPM BIOma)

BIOma – Kebiasaan menunda pekerjaan atau procrastination merupakan fenomena yang umum terjadi dan dapat dialami oleh siapa saja. Sains telah mempelajari fenomonena ini dan menemukan beberapa faktor yang berkontribusi pada perilaku ini.

Menurut Timothy Pychyl, Profesor di Carleton University, Ottawa, Kanada yang dikutip dari laman Tirto.id, ia melihat procrastination sebagai perilaku lari dari tanggung jawab tugas yang menanti mereka. Tersimpan perasaan takut atau cemas, sehingga untuk mengurangi hal tersebut, mereka memilih melakukan kesenangan yang memberi kepuasan sementara (gratifikasi).

Ada beberapa pandangan sains tentang procrastination, di antaranya yaitu:

1. Kesulitan mengelola emosi
Dilansir dari Kompas.com, di tahun 2021 Sirois menemukan bahwa mahasiswa dengan volume materi abu-abu yang lebih tinggi di korteks prefrontal dorsolateral kiri, area yang terkait dengan pengendalian diri, cenderung lebih sering menunda pekerjaan. Koneksi saraf yang lebih banyak antara area ini dan daerah frontal membantu dalam mengatur emosi negatif, memungkinkan fokus pada manfaat jangka panjang dan menjaga konsistensi dalam menyelesaikan tugas. Sebaliknya, peserta yang memiliki koneksi yang lebih sedikit cenderung menunda pekerjaan.

2. Faktor Genetik
Dilansir dari bebaspedia.com, menurut Sirois, procrastination memiliki hubungan dengan faktor genetik seperti halnya ciri kepribadian lainnya. Studi mengungkapkan bahwa kecenderungan untuk menunda-nunda berkaitan dengan sifat impulsif pada tingkat genetik dan mungkin merupakan warisan yang mereka terima. Sirois juga setuju bahwa meskipun ada faktor genetik yang mungkin menjadi dasar sifat tersebut, namun hal itu tidak berarti seseorang tidak dapat mengubahnya.

3. Perangkap psikologis sifat perfeksionis
Dilansir dari halodoc.com, procrastination atau kebiasaan menunda pekerjaan, sering kali dikaitkan dengan sifat perfeksionis. Bagi para perfeksionis, menyelesaikan pekerjaan dengan ‘baik’ saja tidak cukup, mereka ingin hasil yang sempurna. Ketakutan akan kegagalan dan kritik dari orang lain membuat mereka enggan memulai pekerjaan, karena mereka ingin memastikan bahwa hasilnya akan sesuai dengan standar tinggi mereka.

Untuk mengatasi procrastination, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan, yaitu 1) Bagi pekerjaan menjadi langkah-langkah kecil, 2) Ubah suasana kerja agar lebih mendukung produktivitas, 3) Tetap ingat tujuan hidup Anda sebagai motivasi untuk tetap bergerak maju, 4) Hindari membuat segala sesuatu terlalu rumit dengan membebaskan diri dari perfeksionisme, 5) Buatlah rencana tertulis yang jelas tentang apa yang ingin Anda capai, 6) Mulailah sekarang tanpa menunggu waktu yang tepat. Dengan menerapkan strategi ini, Anda dapat meningkatkan produktivitas dan mengatasi kebiasaan menunda-nunda pekerjaan.

Reporter: Nurul Humairah

Ilustrator: Khusnul Khatimah

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *