Ilustrasi simpanse (Doc. Int)

BIOma – Sebuah penelitian menyebut bahwa simpanse (Pan troglodytes) atau spesies kera besar yang berasal dari hutan dan sabana di Afrika tropis juga mengalami menopause seperti manusia.

Proses alami yang disebut menopause menandai berakhirnya masa reproduksi wanita. Menopause umumnya muncul pada usia 45 hingga 50 tahun, dapat terjadi lebih awal atau lebih lambat. Berhenti menstruasi selama 12 bulan berturut-turut adalah tanda menopause. Menopause dapat mengalami beberapa perubahan fisik dan emosional.

Mamalia dan manusia merupakan spesies yang sama, namun tidak semuanya mengalami fase menopause seperti manusia. Dikutip dari nationalgeographic.co.id, sejauh ini menopause hanya diketahui pada manusia dan dua jenis paus bergigi (cetacea) paus pembunuh (Orcinus orca) dan paus pilot sirip pendek (Globicephala macrorhynchus).

Dilansir dari kompas.com, Brian Wood dan rekannya dari Universitas California, Los Angeles, menyatakan representasi pasca-reproduksi (PrS), yaitu proporsi rata-rata masa hidup simpanse dewasa yang kehilangan kemampuan dalam bereproduksi mendapatkan nilai 0,2 untuk Simpanse Ngogo dalam menguji 66 urine ekor betina untuk mengetahui adanya perubahan hormonal terkait dengan perubahan kesuburan reproduksi. Seperti pada manusia, simpanse betina mengalami menapouse sekitar 50 tahun.

Bertambahnya umur hormon estrogen mengalami penurunan dan hormon lainnya seperti hormon FSH mengalami peningkatan. Hal ini membuat para peneliti menyimpulkan bahwa simpanse mengalami menopause.

Reporter: RM 2

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *