BIOma – Masjid Ulil Al-Bab di Universitas Negeri Makassar (UNM) Sektor Parangtambung dibongkar total. Perombakan fisik dilakukan untuk menggantikan fasilitas lama dengan bangunan baru yang lebih memadai bagi sivitas akademika. Masjid Ulil Al-Bab merupakan sarana ibadah utama bagi warga kampus di sektor Parangtambung yang mencakup Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Fakultas Teknik (FT), serta Fakultas Seni dan Desain (FSD). Aktivitas di lokasi tersebut kini dialihkan sementara seiring dimulainya pengerjaan proyek.
Pihak pengelola bersama panitia pembangunan merancang perombakan total agar kapasitas penampungan jamaah dan kenyamanan fasilitas pendukung dapat ditingkatkan. Seluruh struktur bangunan lama dirobohkan sebelum meletakkan pondasi baru.
Pengurus Masjid Ulil Al-Bab, Muhammad Zulfa, membenarkan status pengerjaan fisik bangunan tersebut.
“Masjid nya dibongkar dan akan dibangun masjid baru,” ujarnya.
Muhammad menjelaskan bahwa masjid kampus memiliki fungsi langsung dalam menunjang kegiatan ibadah harian maupun program kelembagaan di lingkungan UNM Parangtambung.
“Keberadaan masjid tentu untuk memenuhi kebutuhan ibadah mahasiswa maupun civitas akademika secara umum, seperti solat, taklim dan ibadah lainya. Selain itu, masjid kampus juga hadir sebagai sarana untuk mendukung kegiatan kemahasiswaan dalam hal religi baik itu dari dosen maupun dari lembaga kemahasiswaan. Tujuan pembongkaran dan pembangunan ulang masjid tersebut juga dimaksudkan untuk memaksimalkan peran masjid sebagai salah satu sarana atau fasilitas penunjang mahasiswa dan kampus,” jelasnya.
Selama proses pengerjaan konstruksi berlangsung, pengurus telah mengaktifkan bangunan darurat agar rutinitas ibadah tetap dapat dilaksanakan oleh mahasiswa dan dosen.
“Fasilitas pengganti yang disediakan untuk menunjang aktivitas ibadah yang dibangun untuk menggantikan masjid yang lama sudah cukup baik, seperti hal hal yang memang biasa dilakukan Di masjid lama bisa dilakukan di masjid darurat seperti sholat dan sebagainya, walaupun tentu masih banyak hal yang perlu diadakan dan dilakukan dalam pelaksanaan nya,” tuturnya.
Muhammad juga berharap fasilitas sementara dapat dimanfaatkan secara optimal oleh jamaah hingga seluruh tahapan pembangunan selesai dilaksanakan.
“Harapan kami, masjid darurat yang dibangun bisa memenuhi kebutuhan dan menunjang ibadah serta kegiatan-kegiatan mahasiswa, dosen dan juga lembaga kemahasiswaan yang biasa dilakukan di masjid lama, serta bisa memberikan manfaat luas seperti masjid masjid pada umumnya. Semoga pembongkaran dan pembangunan ulang masjid Ulil diharapkan dapat berlangsung dengan baik, dan juga bisa selesai sesuai harapan panitia pembangunan dan seluruh jama’ah Ulil Al-Bab,” lanjutnya.
Seluruh warga kampus diimbau untuk mengalihkan aktivitas peribadatan ke bangunan darurat yang telah disediakan selama area proyek utama disterilkan untuk pengerjaan fisik.
Reporter: Nisharieva Filani
![]()
