BIOma – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) telah melaksanakan pembukaan Biology Open Day (BODY) 2026. Pembukaan BODY 2026 berlangsung di Science Convention Hall, Senin (12/10). Rangkaian kegiatan ini digelar selama empat hari, mulai Senin-Kamis, (12-15/10).
Adapun tema yang diangkat ialah Biodiversitas di Tengah Deforestasi: Mewujudkan Generasi yang Adaptif, Kompetitif, dan Visioner. Kegiatan tersebut melibatkan 404 peserta, 57 panitia, dan 72 Liaison Officer (LO).
BODY 2026 menghadirkan lima cabang lomba, yaitu Olimpiade Biologi, lomba Esai Tingkat Mahasiswa, Manajemen dan Teknik Laboratorium, Video Edukatif, serta Bio-Recycle. Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan berkompetisi, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati di tengah ancaman deforestasi.
Ketua Panitia BODY 2026, Talqi Al Fatah Raharusun, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan fakultas, dosen, panitia, sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Ia menekankan bahwa kerja sama dan keterlibatan seluruh pihak memiliki peran penting dalam menyukseskan BODY 2026.
“Melalui BODY 2026, saya berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi peserta untuk belajar, berkomunikasi, mempererat kebersamaan, serta memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru,” tuturnya.
Ketua Umum HMJ Biologi FMIPA UNM, Muhammad Siddiq Utama, berharap seluruh rangkaian kegiatan BODY 2026 dapat berlangsung lancar, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia menegaskan bahwa BODY bukan sekadar ajang untuk meraih kemenangan, tetapi juga kesempatan untuk membangun solidaritas dan kebersamaan.
“Bukan hanya soal siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana BODY 2026 dapat menjadi ruang untuk membangun solidaritas, kebersamaan, dan semangat berkompetisi secara sehat,” ungkapnya.
Ketua Jurusan Biologi FMIPA UNM, Prof. Muhiddin Palennari, mengingatkan pentingnya kejujuran dan integritas dalam pelaksanaan perlombaan.
Menurutnya, penilaian harus dilakukan secara objektif tanpa dipengaruhi hubungan keluarga, pertemanan, ataupun kedekatan pribadi.
“Berikan penilaian seobjektif mungkin, sejujur mungkin, dan berintegritas. Jangan mencoba-coba melakukan penilaian yang tidak jujur, misalnya karena ada kedekatan keluarga atau pertemanan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FMIPA UNM, Prof. Uca, menyoroti pentingnya ilmu biologi dalam menghadapi tantangan lingkungan dan perkembangan teknologi. Ia berharap BODY 2026 dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap biologi serta mendorong lahirnya ilmuwan yang mampu menghasilkan penemuan baru di masa depan.
“Harapan saya, seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan ini bisa menjadi pionir dan bisa menjadi generasi yang mencintai ilmu biologi,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa makna kompetisi tidak hanya terletak pada medali atau penghargaan, tetapi juga pada keberanian untuk memulai, mengembangkan diri, dan bekerja keras demi mempersiapkan masa depan.
HMJ Biologi FMIPA UNM berharap dapat menghadirkan ruang kompetisi yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga mendorong pengembangan potensi, pembentukan karakter, dan peningkatan kepedulian generasi muda terhadap keanekaragaman hayati.
Reporter: Dwi Anggitia Wulandari
![]()

