BIOma – Universitas Negeri Makassar (UNM) Parangtambung tampak berbeda dari hari-hari perkuliahan biasanya. Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) membuat suasana kampus menjadi lebih sepi, dengan berbagai pembatasan aktivitas yang diterapkan guna menjaga kelancaran ujian, Selasa (21/04).
Sejak pagi hari, aktivitas di lingkungan kampus terlihat minim. Akses masuk diperketat, dengan petugas keamanan berjaga di gerbang utama untuk memeriksa dan mengonfirmasi tujuan setiap orang yang hendak masuk. Hanya pihak yang memiliki kepentingan jelas dan disertai surat izin yang diperbolehkan beraktivitas di dalam area kampus.
Nur Ainun Dahlan, peserta UTBK asal SMA Negeri 4 Palopo, mengungkapkan kesannya saat pertama kali memasuki area kampus. Ia merasakan suasana yang tenang, namun juga menambah ketegangan sebelum ujian dimulai.
“Pas awal masuk kampus itu suasana cukup tenang, jadi suasana yang saya rasakan tambah menegangkan mau ujian. Tapi setelah sampai di dalam, petugasnya ramah sekali dan detail menunjukkan ruangan peserta, jadi bisa meminimalisir rasa panik sedikit,” ujarnya.
Sementara itu, Ilman Taufiq Hidayat selaku petugas keamanan kampus menjelaskan bahwa pihak kampus memang menerapkan aturan khusus selama masa UTBK berlangsung. Salah satu kebijakan yang diberlakukan adalah pembatasan bagi pengantar peserta ujian yang hanya diperbolehkan sampai di gerbang kampus.
“Penertiban khusus ada, seperti pengantar peserta itu dibatasi sampai gerbang saja. Juga perbedaan dengan hari normal, mahasiswa dominan dibatasi aktivitasnya di kampus, kecuali yang mempunyai surat izin. Itu pun terbatas karena takutnya mengganggu peserta UTBK,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kebijakan ini mengikuti arahan pihak pimpinan kampus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan selama ujian berlangsung.
“Untuk penertiban intensif saya rasa tidak ada, karena sudah diatur bahwa pagi dan siang pengantar dilarang masuk. Dan sesuai arahan rektor, di atas jam 6 sore itu dilakukan pengosongan fakultas, kecuali yang memiliki surat izin,” ujarnya.
Dengan adanya pembatasan tersebut, suasana kampus selama UTBK menjadi lebih kondusif dan terfokus pada pelaksanaan ujian. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu peserta dalam mengerjakan ujian dengan lebih tenang tanpa gangguan dari aktivitas lain di lingkungan kampus.
Reporter: Alvioni Marsela
![]()

