Digitalisasi Kecurangan: Earphone Tersembunyi Merambah Ruang Kuliah, Marwah Pendidikan Rusak

Ilustrasi Kecurangan Earphone Tersembunyi di Ruang Kuliah (Doc. Int)

BIOma – Modus kecurangan akademik berbasis teknologi kembali mencoreng dunia pendidikan. Belum hilang dari ingatan publik mengenai skandal penggunaan headset pada pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), kini pola serupa ditemukan menyusup ke dalam aktivitas perkuliahan sehari-hari. Praktik ini menjadi sinyal merah bagi integritas akademik di lingkungan kampus.

Sejumlah mahasiswa diduga memanfaatkan perangkat komunikasi mikroskopis, seperti earphone berukuran mini, untuk mengakali tugas-tugas hafalan yang berat. Fenomena ini terdeteksi pada mata kuliah yang menuntut akurasi tinggi, seperti Anatomi, Terminologi Ilmiah, hingga Taksonomi. Mahasiswa menggunakan perangkat tersebut sebagai pembantu eksternal untuk mendiktekan jawaban secara langsung saat proses pengambilan nilai berlangsung.

Kesaksian dari salah satu mahasiswa yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkap betapa rapinya teknik ini dijalankan. Perangkat komunikasi tersebut disembunyikan di balik jilbab atau rambut, sehingga hampir mustahil dideteksi oleh asisten dosen maupun pengawas jika hanya dilihat sekilas.

“Kalau dilihat sekilas memang seperti tidak memakai apa-apa. Tapi ternyata ada alat kecil di telinga yang terhubung ke luar ruangan,” ujarnya.

Kondisi ini memicu kekhawatiran besar, terutama di lingkup Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) atau rumpun sains lainnya. Jika praktik ini tidak segera diredam, dikhawatirkan skema kecurangan serupa akan menjalar ke ujian harian atau evaluasi kompetensi yang lebih krusial. Kualitas lulusan menjadi taruhan utama ketika teknologi yang seharusnya menjadi alat bantu belajar justru dialihfungsikan menjadi alat manipulasi.

Pihak kampus kini dituntut untuk bertindak lebih dari sekadar pengawasan fisik. Perlu ada evaluasi menyeluruh mengenai metode penilaian dan penanaman budaya jujur agar mahasiswa kembali percaya pada kemampuan intelektualnya sendiri. Menghilangkan ketergantungan pada cara instan adalah tantangan besar demi menjaga marwah pendidikan yang mulai tergerus oleh kecanggihan teknologi yang disalahgunakan.

Reporter: AK

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *