BIOma – Upaya menghidupkan kembali spesies yang telah punah kini bukan lagi sekadar fiksi ilmiah. Sejumlah ilmuwan di Eropa tengah mengembangkan program ambisius untuk menghadirkan kembali Auroch, sapi liar raksasa yang telah punah sejak abad ke-17. Program ini tidak hanya bertujuan menghadirkan kembali bentuk fisiknya, tetapi juga mengembalikan peran ekologis pentingnya di alam liar.
Auroch merupakan nenek moyang sapi domestik modern yang dikenal memiliki perawakan besar, tinggi, serta tanduk panjang yang melengkung. Melansir Media Indonesia, spesies ini dinyatakan punah pada tahun 1627 akibat perburuan masif dan kerusakan habitat. Senada dengan hal tersebut, laporan Telisik.id menyebutkan bahwa di masa lalu, Auroch tersebar luas di wilayah Eropa dan memegang peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem alami.
Langkah untuk menghadirkan kembali Auroch dilakukan melalui teknik back-breeding, yaitu penyilangan berbagai ras sapi modern yang masih memiliki kedekatan genetik dengan Auroch. Metode ini tidak menggunakan kloning, melainkan pemuliaan selektif untuk menghasilkan hewan dengan karakteristik yang mendekati leluhurnya. Menurut Kompas.com, proyek ini telah berjalan sejak tahun 2008 dan berhasil menghasilkan sapi hasil rekonstruksi yang dikenal sebagai “Tauros”. Hewan ini dianggap sebagai representasi modern dari Auroch, meskipun tidak identik secara genetik.
Kehadiran kembali hewan mirip Auroch menjadi bagian dari program rewilding, yaitu upaya mengembalikan fungsi alami ekosistem. Berdasarkan laporan Media Indonesia, Auroch dahulu berperan sebagai pengontrol vegetasi melalui aktivitas merumputnya. Dengan adanya Tauros, vegetasi liar dapat dikendalikan sehingga menciptakan habitat yang lebih beragam bagi spesies lain. Selain itu, aktivitas ini juga membantu mengurangi risiko kebakaran hutan karena berkurangnya semak belukar kering.
Saat ini, ratusan individu Tauros telah dilepasliarkan di berbagai kawasan konservasi di Eropa, termasuk Belanda, Portugal, dan Kroasia. Mengutip laporan Telisik.id, program ini direncanakan akan terus berekspansi ke wilayah lain. Salah satu target jangka pendeknya adalah pelepasan Tauros di dataran tinggi Skotlandia pada tahun 2026 mendatang untuk memperluas dampak ekologis secara global.
Keberhasilan program ini menjadi simbol bahwa manusia mampu berkontribusi dalam memperbaiki kerusakan lingkungan yang pernah terjadi. Melalui pendekatan ilmiah yang terus berkembang, keberadaan Tauros diharapkan mampu menggantikan peran ekologis Auroch yang telah lama hilang sekaligus menjaga stabilitas keanekaragaman hayati di masa depan.
Reporter: Aulia Suci Rahmadhani
![]()

