BIOma – Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) mengembangkan inovasi pengelolaan Limbah Racik Ulang Uang Kertas (LRUK). Melalui konsep zero waste, limbah tersebut diolah menjadi biochar dan arang briket sebagai produk ramah lingkungan.
Riset ini dipimpin oleh tim dosen Biologi FMIPA UNM, yakni Prof. Abd. Muis, Prof. Rachmawaty, dan Fatma Hiola. Inovasi ini hadir sebagai solusi atas persoalan uang lusuh hasil pemusnahan yang selama ini hanya berakhir di pembuangan akhir.
Perwakilan tim Bank Indonesia, A. Yazid Niam, menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan menciptakan siklus pengelolaan uang Rupiah yang lebih hijau.
“Dalam pengelolaan uang Rupiah, tahap akhirnya adalah pemusnahan uang lusuh. Selama ini hasilnya hanya dibuang sebagai sampah. Kami ingin mewujudkan konsep green dengan mengolah limbah tersebut menjadi produk bermanfaat seperti briket,” jelasnya.
Ia berharap produk hasil riset ini nantinya tidak berhenti pada tahap prototipe, melainkan dapat diproduksi massal untuk membantu kesuburan tanah (biochar) maupun kebutuhan bahan bakar pedagang kecil (arang).
Prof. Rachmawaty mengungkapkan bahwa ide penelitian ini didasari oleh melimpahnya limbah uang kertas yang mencapai 10 ton setiap bulan. Sebelumnya, limbah tersebut hanya dikirim ke industri semen sebagai bahan bakar mentah tanpa diolah menjadi produk turunan.
“Melihat kandungan selulosa uang kertas yang cukup tinggi, kami mengusulkan pengolahan limbah ini menjadi produk yang lebih bernilai. Kami menerapkan prinsip zero waste, di mana seluruh limbah dikelola tanpa menyisakan sampah tambahan,” terangnya.
Dekan FMIPA UNM, Prof. Suwardi Annas, turut memberikan dukungan penuh terhadap hilirisasi riset ini. Ia menilai kapasitas sumber daya manusia di Jurusan Biologi menjadi modal utama keberhasilan inovasi tersebut.
“Di Biologi memang saya berani mengklaim sebagai salah satu jurusan terbaik di UNM karena memiliki 15 guru besar. Ini bukan sekadar kebanggaan, tetapi menjadi bukti bahwa FMIPA siap menjalin kerja sama yang kuat dengan Bank Indonesia. Penelitian di Biologi harus berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Plt. Rektor UNM, Prof. Faridah Patittingi juga menambahkan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan visi kampus untuk menciptakan inovasi berbasis lingkungan.
“Kita ingin mewujudkan UNM hijau, asri, dan bersih dari sampah. Seluruh sampah di UNM harus dikelola agar memberi manfaat. Kampus bukan hanya tempat kuliah lalu pulang, tetapi rumah bersama yang melahirkan inovasi dan perubahan,” pungkasnya.
Langkah kolaboratif ini sekaligus menandai pergeseran paradigma pengelolaan limbah di lingkungan FMIPA UNM, dari sekadar pembuangan menjadi pemanfaatan yang bernilai ekonomi melalui pendekatan teknologi tepat guna.
Reporter: Febri Amalia
![]()

