Mengungkap Kekayaan Flora Endemik Sumatra Lewat Penemuan Tiga Spesies Baru Homalomena

Dokumentasi Penemuan Tiga Spesies Baru dari Genus Homalomena (Doc. Int)

BIOma – Dunia botani Indonesia kembali mencatat penemuan penting yang memperlihatkan betapa kayanya biodiversitas Nusantara. Tim peneliti dari Herbarium Bandungense, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (ITB), bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), berhasil mengungkap tiga spesies baru tumbuhan dari genus Homalomena yang berasal dari Sumatra. Penemuan yang dipublikasikan dalam jurnal internasional Webbia Journal of Plant Taxonomy and Geography pada tahun 2026, memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati tropis terbesar di dunia, khususnya untuk kelompok tumbuhan Araceae.

Penemuan ini bermula ketika seorang peneliti melihat unggahan foto tumbuhan liar di media sosial yang tampak tidak biasa karena bentuk daunnya berbeda dari spesies Homalomena yang selama ini dikenal. Rasa penasaran itu berlanjut dalam penelusuran lapangan langsung ke berbagai wilayah di Sumatra. Fenomena menarik ini menjadi contoh bagaimana teknologi digital dan media sosial kini dapat membuka jalan bagi penemuan ilmiah besar, di mana unggahan foto sederhana dari masyarakat umum dapat menjadi petunjuk awal bagi ekspedisi penelitian ilmiah.

Setelah dilakukan pengamatan morfologi mendalam, perbandingan dengan koleksi herbarium, hingga telaah literatur taksonomi internasional menggunakan pendekatan taksonomi klasik yang sangat rinci, para peneliti memastikan bahwa tumbuhan tersebut memang merupakan spesies yang benar-benar baru bagi sains. Ketiga spesies baru tersebut diberi nama Homalomena plicata yang memiliki tekstur daun berlipat, Homalomena wongii yang dinamai untuk menghormati tokoh peneliti botani Araceae Asia Tenggara, dan Homalomena pexa yang memiliki karakter permukaan daun serta struktur bunga yang berbeda jelas dibanding kerabat terdekatnya.

Keberhasilan kolaborasi antara ITB dan BRIN juga memperlihatkan pentingnya keberadaan herbarium dan institusi riset botani di Indonesia sebagai pusat data biodiversitas yang sangat penting untuk identifikasi, konservasi, hingga penelitian evolusi tumbuhan. Di sisi lain, penemuan ini menjadi pengingat bahwa Sumatra merupakan wilayah dengan tingkat endemisitas tumbuhan yang sangat tinggi namun menghadapi ancaman serius berupa deforestasi karena berpotensi punah dan hilang dari sejarah sains akibat kerusakan habitat bahkan sebelum sempat dikenali oleh manusia.

Reporter: RM 3

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *