BIOma – Ancaman krisis pangan akibat tingginya kadar garam atau salinisasi tanah kini membayangi sektor pertanian global. Kondisi lahan yang terlampau asin membuat vegetasi kesulitan tumbuh secara optimal, yang berisiko memicu penurunan drastis pada kuantitas maupun kualitas panen. Berbagai upaya penanggulangan terus diupayakan guna menemukan solusi ekologis yang aman bagi lingkungan. Perhatian dunia sains saat ini tertuju pada pemanfaatan agen hayati, khususnya mikroba tanah, yang terbukti ampuh meningkatkan daya tahan tumbuhan terhadap stres lingkungan ekstrem.
Bakteri pemacu pertumbuhan tanaman atau Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR) memegang peranan krusial dalam menyelamatkan lahan pertanian kritis. Literatur ilmiah bertajuk “Soil Salinization in Agriculture: Mitigation and Adaptation Strategies” memaparkan bahwa pemanfaatan mikroorganisme ini sangat efektif dalam memperbaiki sistem penyerapan unsur hara. Dukungan data serupa turut dijelaskan dalam riset “Soil Salinity: A Serious Environmental Issue and Plant Growth Promoting Bacteria as One of the Tools for Its Alleviation“. Penelitian tersebut menegaskan bahwa interaksi bakteri pemacu memicu perakaran tumbuh lebih masif sehingga tanaman mampu meminimalkan kerusakan fisiologis akibat paparan garam yang merugikan.
Informasi spesifik terkait mekanisme pertahanan akar tersebut dibahas secara mendalam melalui publikasi sains daring ScienceDaily dalam laporannya yang berjudul “These Tiny Soil Microbes Could Rescue Crops from Salty Farmland“. Tim peneliti membuktikan bahwa kehadiran bakteri menguntungkan secara langsung merangsang pembentukan senyawa lignin pada perakaran. Proses lignifikasi ini menciptakan penebalan sel sehingga struktur perakaran menjadi jauh lebih kokoh. Akar yang mengeras tersebut kemudian berfungsi sebagai perisai alami yang efektif mencegah masuknya racun garam ke dalam jaringan utama tanaman.
Peluang pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan berbasis mikrobioma kini terbuka makin lebar berkat deretan penemuan agen hayati tersebut. Eksplorasi inovasi ekologis ini menawarkan langkah strategis yang sangat relevan untuk segera diimplementasikan secara luas di lapangan. Stabilitas produksi pangan dunia harus terus dijaga secara serius, mengingat eskalasi krisis iklim saat ini berpotensi besar memperluas degradasi lahan pertanian di berbagai belahan dunia pada masa mendatang.
Reporter: RM 6
![]()

