BIOma – Universitas Negeri Makassar (UNM) tengah menyelenggarakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Tes Potensi Akademik Jalur Seleksi Mandiri. Demi menjaga kondusivitas dan kelancaran proses seleksi, pihak kampus mengeluarkan kebijakan pengalihan seluruh kegiatan perkuliahan tatap muka menjadi sistem daring. Keputusan ini tertuang secara resmi dalam Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 yang ditujukan kepada seluruh elemen sivitas akademika. Seleksi iniĀ berlangsung sejak Rabu-Jumat (01-03/07).
Informasi edaran tertanggal 29 Juni 2026, pelaksanaan ujian dipusatkan di empat kawasan berbeda. Titik tersebut meliputi Kampus Gunung Sari UNM, Kampus Parangtambung UNM, Kampus Tidung FIP UNM, dan Kampus Banta-bantaeng FIKK UNM. Pembagian lokasi ujian ini dilakukan guna memecah konsentrasi massa sekaligus mengoptimalkan fasilitas komputer yang ada.
Selama tiga hari masa pelaksanaan ujian, dosen dan mahasiswa diinstruksikan untuk menjalankan aktivitas akademik dari luar lingkungan kampus. Sterilisasi area kampus dari rutinitas harian ini dinilai sebagai langkah strategis. Tujuannya adalah memastikan mobilitas mahasiswa reguler tidak mengganggu fokus para peserta yang sedang bersaing memperebutkan kursi mahasiswa baru.
Dari sisi teknis penyelenggaraan, UNM menerapkan pembagian wewenang yang proporsional antara tingkat fakultas dan program studi. Ketua Jurusan Biologi, Prof. Muhiddin Palennari, mengonfirmasi adanya pembagian peran yang spesifik dalam proses penjaringan ini.
“Untuk jalur mandiri, persiapan hingga pelaksanaan teknis UTBK sepenuhnya dikelola oleh fakultas. Sementara itu, kami di tiap jurusan diberikan amanah khusus untuk menangani tahapan wawancara peserta,” jelasnya.
Distribusi tugas tersebut dirancang agar evaluasi terhadap calon mahasiswa dapat berjalan lebih komprehensif. Dengan fakultas yang berfokus mengawal infrastruktur dan sistem ujian tertulis, serta jurusan yang bertugas menggali potensi peserta secara langsung lewat wawancara, proses seleksi tahun ini diyakini akan lebih terstruktur. Kolaborasi antar lini ini diharapkan mampu menyaring calon peserta didik yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap secara mental.
Reporter: Nisharieva Filani
![]()

