BIOma – Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali mencatat keterlibatan mahasiswanya dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Asosiasi MIPA LPTK Indonesia (AMLI) Tahun 2026.
Program tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide dan solusi melalui berbagai bidang yang berkaitan dengan penelitian, kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan gagasan inovatif.
Hasil seleksi PKM AMLI 2026 yang diumumkan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mencatat 19 proposal mahasiswa UNM berhasil lolos pendanaan. Capaian tersebut tersebar dalam tujuh skema, yakni 3 proposal Riset Eksakta (RE), 5 Riset Sosial Humaniora (RSH), 4 Kewirausahaan (K), 3 Pengabdian kepada Masyarakat (PM), 2 Video Gagasan Konstruktif (VGK), 1 Gagasan Futuristik Tertulis (GFT), dan 1 Artikel Ilmiah (AI).
Keberagaman skema tersebut memperlihatkan luasnya ruang pengembangan gagasan mahasiswa UNM. Proposal yang lolos mencakup berbagai bidang, mulai dari penelitian eksakta dan sosial humaniora hingga kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, serta gagasan yang berkaitan dengan teknologi, lingkungan, pendidikan, dan potensi lokal.
Lolosnya 19 proposal tersebut dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa UNM untuk merealisasikan gagasan yang telah dikembangkan dalam proposal. Pendanaan yang diperoleh diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Capaian dalam PKM AMLI 2026 juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa UNM untuk terus mengembangkan kapasitas di luar ruang perkuliahan. Keikutsertaan dalam program kreativitas dan penelitian menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menghasilkan solusi, serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama berada di perguruan tinggi.
Reporter: Dwi Anggitia Wulandari
![]()

