Mantan Dirjen Belmawa Prof. Ismunandar Resmi Mendaftar Bakal Calon Rektor UNM

Penyerahan Berkas Pilrek, Mantan Dirjen Ismunandar daftar Bakal Calon Rektor UNM (Doc. Int)

BIOma – Mantan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kemenristekdikti, Prof. Ismunandar, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027-2031 di Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM, Lantai 14 Menara Phinisi, Kampus UNM, Jl. A.P Pettarani, Makassar, Jumat (09/10). Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut menjadi pendaftar ketujuh dalam kontestasi tersebut.

Prof. Ismunandar datang bersama sang istri, Raida Syukur, serta Wakil Rektor III UNM, Arifin Manggau, yang juga merupakan salah satu bakal calon rektor. Kehadiran Arifin sebagai pendamping menarik perhatian karena keduanya turut mengikuti penjaringan dalam kontestasi yang sama, sebagaimana dikutip dari makassar.tribunnews.com.

Informasi diberitakan dari bsinews.id, meski bukan alumni UNM, Prof. Ismunandar menyatakan kesediaannya mengikuti penjaringan sebagai bentuk kontribusi bagi pengembangan universitas. Ia juga mengapresiasi proses pendaftaran yang dinilainya berlangsung formal dan terorganisasi dengan baik.

“Ini pengalaman pendaftaran rektor yang sangat formal, panitianya lengkap dan sangat hebat,” ungkapnya.

Terkait pencalonannya, Prof. Ismunandar menyoroti pentingnya memperluas kerja sama internasional untuk meningkatkan daya saing UNM. Berbekal pengalaman di bidang pendidikan tinggi, penelitian, dan diplomasi, ia berharap dapat mendorong perluasan kolaborasi global serta meningkatkan kiprah UNM di tingkat internasional.

Selain itu, ia menyoroti peluang perubahan status UNM dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Menurutnya, perubahan tersebut membutuhkan kerja sama seluruh pihak di lingkungan kampus serta dukungan pemerintah pusat, sebagaiman dikutip dari detik.com.

“UNM semakin maju, semakin unggul, dan semakin mandiri. Status BLU saat ini, mudah-mudahan dengan kerja keras kita bersama nantinya dan juga dukungan dari pemerintah pusat tentu saja, bisa meningkat statusnya menjadi status perguruan tinggi yang lebih tinggi lagi,” jelasnya.

Ia juga berharap Pilrek UNM menjadi ruang demokratis bagi para kandidat untuk menyampaikan gagasan, program, dan kompetensi masing-masing. Baginya, proses pemilihan rektor perlu mengedepankan pertukaran gagasan sebagai pertimbangan dalam menentukan arah pengembangan universitas ke depan.

Terkait tahapan selanjutnya, Ketua Panitia Pilrek UNM, Prof. Dr. Andi Muhammad Idkhan, menyampaikan bahwa pendaftaran bakal calon rektor berakhir pada Jumat (09/10). Dikutip dari detik.com, setelah tahap tersebut ditutup, panitia akan memanggil para bakal calon untuk melengkapi berkas dan menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit yang telah ditunjuk.

“Hari ini adalah hari terakhir, tanggal 9 Oktober 2026, insyaallah pukul 16.00 sebentar kita akan menutup pendaftaran. Setelah pendaftaran ini, insya Allah pada tahapan berikutnya, kita akan memanggil seluruh calon untuk melengkapi berkas dalam rangka pemeriksaan kesehatan di rumah sakit yang telah ditunjuk oleh panitia,” ujarnya.

Penutupan pendaftaran tersebut menandai berakhirnya tahap penjaringan bakal calon Rektor UNM periode 2027-2031. Selanjutnya, panitia akan memproses kelengkapan administrasi dan melanjutkan tahapan seleksi sesuai dengan mekanisme Pilrek yang telah ditetapkan.

Reporter: Syaima Basri

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *