BRIN Temukan Spesies Baru Tikus Hutan Endemik Sulawesi, Crunomys tompotika

Tengkorak tikus hutan dari Gunung Tompotika (Doc. Int)

BIOma – Tim peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dalam kolaborasi dengan mitra dari Amerika Serikat, Australia, Prancis, dan Malaysia, resmi mengumumkan penemuan spesies baru tikus hutan endemik Sulawesi, yang dinamai Crunomys tompotika. Nama ini diambil dari lokasi penemuannya yaitu kawasan Gunung Tompotika di Sulawesi Tengah.

Dikutip dari Kompas.com, penemuan ini menambah daftar panjang mamalia endemik yang ada di Sulawesi. Sejak 2012, sudah lebih dari 20 spesies baru berhasil diidentifikasi, dan hal ini semakin menegaskan posisi Sulawesi sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati yang penting di dunia.

Dilansir dari Kumparan.com, tikus hutan ini punya ciri tubuh sedang dengan ekor yang relatif pendek, bulu rapat, dan lebih suka hidup di hutan pegunungan yang masih terjaga alami. Penampilannya membuatnya berbeda dari kebanyakan tikus yang sering kita lihat sehari-hari.

Dikutip dari Mongabay.co.id, penelitian ini juga memberikan perubahan besar dalam dunia taksonomi. Para peneliti menemukan bahwa genus Maxomys atau tikus berduri, yang sebelumnya dianggap berbeda, ternyata harus digabungkan dengan genus Crunomys. Keputusan ini didukung oleh analisis genomik modern yang mempelajari ribuan penanda DNA.

Dilansir dari Kompas.com, hasil penelitian lengkapnya sudah dipublikasikan di Journal of Mammalogy edisi 13 Juni 2025. Publikasi ini menekankan betapa pentingnya kombinasi penelitian lapangan, eksplorasi langsung ke hutan, dan teknologi genetika terbaru untuk menemukan serta memahami spesies baru.

Berdasarkan Detik.com, peneliti BRIN Anang Setiawan Achmadi menyebut penemuan ini bukan hanya soal menambah daftar spesies baru, tetapi juga membuka peluang riset lebih jauh. Informasi tentang Crunomys tompotika dapat membantu memahami ekosistem hutan Sulawesi, sekaligus menjadi dasar untuk upaya konservasi agar keanekaragaman hayati tetap terjaga.

Reporter: Nurul Humairah

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *