BIOma – Pendidikan di Indonesia kini sedang mengalami zaman perubahan melalui beragam perbaikan dalam kurikulum. Belum lama ini, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyoroti gagasan menarik tentang Deep Learning sebagai pendekatan inovatif di bidang pendidikan. Gagasan ini menarik perhatian banyak pihak, terutama terkait dengan kemungkinan penggantian Kurikulum Merdeka Belajar yang telah berlaku sejak beberapa waktu yang lalu.
Kata deep learning meliputi belajar secara sadar (menghargai keunikan dan keterlibatan siswa), belajar yang bermakna (menekankan pentingnya pembelajaran yang relevan), dan belajar yang penuh kebahagiaan (menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan). Itu dinamakan menjadi penting dalam proses belajar di sekolah, dengan catatan guru hadir di kelas secara konsisten dan memiliki pemahaman mendalam terhadap metodenya.
Penting untuk memahami perbedaan antara Deep Learning dan Surface Learning (Pembelajaran Permukaan). Dalam Surface Learning, siswa condong menghafal informasi untuk ujian saja tanpa sungguh-sungguh memahami konsep yang lebih mendalam. Sebaliknya, Deep Learning merangsang peserta didik untuk memperdalam pemikiran mereka, mengintegrasikan pengetahuan yang diperoleh dengan pengalaman langsung dan konteks realitas. Pendekatan ini memberikan penekanan pada keperluan memahami secara mendalam dan mengaplikasikan pengetahuan.
Beberapa pihak sempat mengira bahwa Deep Learning akan menggantikan Kurikulum Merdeka Belajar, namun Mendikdasmen menegaskan bahwa Deep Learning bukanlah kurikulum baru. Jadi, meskipun konsep Deep Learning menarik dan berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran, saat ini Kurikulum Merdeka Belajar masih akan tetap berlaku.
“Deep learning itu bukan kurikulum,” tegas Abdul Mu’ti saat yang dilansir melalui laman Berita Satu.
Pernyataan tersebut mengklarifikasi isu yang sempat muncul setelah Mendikdasmen menyebutkan dalam sebuah video di kanal YouTube Sahabat Pembelajar, arah pembelajaran ke depan akan difokuskan pada konsep deep learning.
Selanjutnya, Abdul Mu’ti juga menjelaskan Deep Learning merupakan metode pembelajaran yang sudah lama dikenal dan diperkenalkan sekitar 20 tahun lalu, saat ia menempuh pendidikan tinggi di Australia.
Menurutnya, ada tiga pilar utama dalam pembelajaran berbasis deep learning, yaitu mindful (kesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan).
Reporter: Alya Fikriyah Anwar
![]()

