BIOma – Gerhana Matahari Hibrida merupakan fenomena alam yang terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam posisi segaris sehingga di suatu tempat tertentu terjadi peristiwa dimana piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil dari pada piringan matahari. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (20/04).
Awal dari gerhana terjadi pada pukul 09.26.41 WIB dengan puncak gerhana di 10.48 dan akhir sebagian 12.16 WIB yang berdurasi selama 2 jam 50 menit. Karena gerhana terjadi pada siang hari, intensitas sinar matahari akan menurun dan langit menjadi gelap seperti saat malam hari selama kurang-lebih satu menit.
Berdasarkan penjelasan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), gerhana matahari hibrida adalah gerhana matahari yang memiliki dua macam gerhana berbeda yang terjadi dalam satu waktu secara berurutan dalam satu fenomena. Hal ini dimulai dengan gerhana matahari cincin, lanjut berubah menjadi gerhana matahari total, hingga berakhir dengan gerhana matahari cincin kembali.
Gerhana terjadi saat bulan berada di antara matahari dan bumi. Pada saat bulan lebih dekat ke bumi, piringan bulan akan menutupi seluruh piringan matahari (yang ukurannya lebih besar namun lebih jauh dari bumi) sehingga bayangan bulan atau umbra akan jatuh ke permukaan bumi. Inilah yang disebut gerhana matahari total. Pada saat bulan berada di titik terjauh dari Bumi, maka permukaan matahari tidak tertutup seluruhnya, menyisakan bagian luar yang menyerupai cincin. Namun, ada saatnya kelengkungan Bumi turut berperan dalam menghasilkan dua jenis gerhana pada satu fenomena gerhana yang sama.
Gerhana matahari hibrida melintasi beberapa wilayah mulai dari Samudera Hindia, kemudian bagian utara Australia, kemudian bergeser ke Timor Leste, kemudian ke 11 wilayah di Indonesia bagian timur, dan akhirnya ke Samudera Pasifik.
Reporter : RM 6
![]()

