BIOma – Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Gloeocapsa merayakan puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 dengan menggelar kegiatan di Dusun Kuri Caddi, Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini berlangsung meriah dan sarat makna, dengan mengusung semangat kepedulian terhadap lingkungan pesisir. Perayaan harlah tahun ini tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan organisasi, tetapi juga dirangkaikan dengan program kerja bertajuk Jelajah Akar Pantai yang diinisiasi oleh Divisi Pulau dan Pesisir. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi anggota MPA Gloeocapsa dalam menjaga dan memahami ekosistem pantai.
Kegiatan Jelajah Akar Pantai dilakukan dengan metode observasi langsung di kawasan pesisir. Para peserta melakukan pengambilan data lapangan dengan mengidentifikasi berbagai jenis spesies yang ditemukan di sekitar pantai. Selain itu, dilakukan pula klasifikasi terhadap spesies tersebut sebagai bagian dari upaya pendokumentasian keanekaragaman hayati di wilayah tersebut.
Ketua Umum MPA Gloeocapsa Muhammad Syarifuddin Asis mengungkapkan harapan agar kedepannya MPA Gloeocapsa mampu menjadi wadah yang solid dan menumbuhkan kepedulian terhadap alam serta mampu menginspirasi untuk terus bergerak dan berkarya
“Selama 28 tahun perjalanan penuh dedikasi, semoga terus menjadi wadah yang solid dalam membentuk karakter, mempererat solidaritas, dan menumbuhkan kepedulian terhadap alam. Tetaplah menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menginspirasi teman-teman mahasiswa dan juga masyarakat untuk terus bergerak dan berkarya. Terus tumbuh, mengakar, dan memberi dampak nyata. Tetap lestari, tetap menginspirasi” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MPA Gloeocapsa diharapkan dapat terus berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan. Momentum Harlah ke-28 ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam demi keberlanjutan di masa depan.
Reporter: Alvioni Marsela ![]()

