Ikuti KKN-PPL Internasional, Fakultas Janjikan Rekognisi 20 SKS

Pertemuan calon mahasiswa program KKN PPL Internasional (Doc. LPM BIOma)

Bioma – Setelah vakum sejak 2020, pendaftaran KKN-PPL Internasional kembali dibuka oleh Universitas Negeri Makassar (UNM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Adapun alur pendaftarannya yaitu melakukan pendaftaran terlebih dahulu di fakultas. Setelah pendataan oleh fakultas, maka selanjutnya fakultas mengirimkan nama-nama mahasiswa yang mendaftar KKN-PPL Internasional tersebut ke pusat KKN UNM.

Informasi mengenai rincian rencana biaya disampaikan melalui pertemuan bersama mahasiswa dengan pembimbing program KKN-PPL Internasional, A. Mushawwir pagi tadi (14/02).

“Untuk rincian rencana biayanya maksimal 6 juta untuk satu bulan. Biaya pertama yaitu tiket pesawat sekitaran 3 juta untuk pulang dan perginya. Akomodasi sekitaran 1.8 juta. Selebihnya pastinya ada proses pembimbingan, proses pembekalan dan persiapan yang lain. Biaya ini jauh lebih murah dibandingkan dengan pelaksanaan KKN-PPL Internasional sebelumnya. Biaya tersebut lebih murah karena sekolah yang dijalin kerja sama membebaskan biaya,” ujarnya.

Ia juga memaparkan bahwa mahasiswa tidak perlu khawatir dengan izin dari mata kuliah yang telah diprogramkan karena akan diberikan izin melalui fakultas maupun jurusan ataupun dosen-dosen pengampu mata kuliah.

KKN-PPL Internasional ini dilaksanakan di pusat kota Kuala Lumpur. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yaitu berpusat di Johor. Program ini juga direncanakan menjadi bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dalam hal ini mahasiswa mendapatkan keuntungan rekognisi mata kuliah sebanyak 20 SKS.

Oleh karena program KKN-PPL Internasional ini merupakan lintas negara, maka pihak fakultas berharap dapat memberikan materi tentang budaya khususnya di bidang seni. Harapannya mahasiswa yang mengikuti KKN-PPL Internasional ini sebagai pelaku budaya nantinya dan bisa memperkenalkan budaya Indonesia (Khususnya Bugis-Makassar) sehingga dikenali oleh masyarakat di sana.

Muhammad Fajar Ramadhan, mahasiswa Jurusan Biologi yang akan mengikuti program ini berpendapat bahwa program ini mempunyai banyak kelebihan khususnya pada pengalaman internasional dan keuntungan rekognisi.

“Alasan saya mengikuti program ini karena ini merupakan program internasional dimana kita dapat memiliki pengalaman internasional dan dapat membantu kita nantinya apabila ingin mendaftar beasiswa di luar negeri misalnya LPDP. Alasan lain yaitu karena rekognisi 20 SKS jadi ada banyak keuntungan,” ungkapnya.

Disamping itu, ia juga menyampaikan hambatan yang dirasakan apabila mengikuti program ini.

“Hambatan yang saya rasakan yaitu paspor yang harus diurus di waktu yang singkat ini,” sambungnya.

Reporter : Andi Nurzahratul Jannah dan Sarmila Natasya Andis

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *