BIOma – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan pemberdayaan bagi Kelompok Ibu-Ibu Aisyiah Ranting Lompo, Kelurahan Salaka, Kabupaten Takalar, pada 9 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Hibah PNBP oleh LPPM Universitas Negeri Makassar dengan judul pengabdian Pemberdayaan Kelompok Ibu-Ibu Aisyiah Melalui Produksi Sabun Cair Ramah Lingkungan Berbasis Wirausaha Kreatif.
Kegiatan dipimpin oleh Prof. Mushawwir Taiyeb, bersama anggota tim dosen Amaliah Amriani dan Muh. Syaiful Akbar, serta mahasiswa Lien Datu Leppan dan Resky Ramli. Tim pengabdian menerapkan pendekatan partisipatif agar peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam proses produksi.
Ketua Tim Pengabdian, Prof. Mushawwir Taiyeb, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan keterampilan membuat sabun, tetapi juga mendorong peserta mengembangkan keterampilan tersebut menjadi kegiatan produktif.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada kemampuan membuat sabun saja. Ibu-ibu Aisyiah diharapkan mampu mengembangkan keterampilan tersebut menjadi kegiatan produktif, mulai dari menghasilkan produk yang berkualitas, mengemasnya dengan baik, hingga nantinya memiliki peluang untuk dipasarkan,” ujarnya.
Rangkaian pelaksanaan kegiatan, peserta diperkenalkan dengan bahan dan tahapan produksi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung pembuatan detergen cair serta sabun cuci tangan.
Peserta terlibat dalam proses pencampuran bahan, mengamati karakteristik produk yang dihasilkan, hingga mempraktikkan tahapan pengemasan. Pendekatan praktik tersebut dilakukan agar peserta dapat memahami proses produksi secara lebih mudah dan memiliki pengalaman yang dapat diterapkan kembali secara mandiri.
Selain keterampilan produksi, peserta juga mendapatkan pengenalan mengenai pengemasan dan pembuatan label. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan produk karena hasil produksi tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi dengan identitas tersendiri.
Antusiasme peserta terlihat melalui keterlibatan aktif dalam diskusi, demonstrasi, dan praktik selama kegiatan berlangsung. Melalui keterlibatan langsung tersebut, peserta diharapkan mampu memahami setiap tahapan produksi dan mengulanginya secara mandiri setelah kegiatan selesai.
Program pemberdayaan ini tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan. Tim pengabdian berencana melanjutkan pendampingan melalui produksi, penyempurnaan desain label dan kemasan, serta pengembangan pemasaran, termasuk pemanfaatan media digital. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu keterampilan yang telah diperoleh peserta berkembang menjadi kegiatan produktif yang berkelanjutan bagi Kelompok Ibu-Ibu Aisyiyah Ranting Lompo.
Reporter: Aisyah. J
![]()

