Tim PKM-RE Biologi FMIPA UNM Jadikan Kayu Menteng sebagai Pengawet Alami Berbasis Kearifan LOKAL

BIOma – Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) adalah program yang memberikan kesempatan besar bagi mahasiswa untuk berinovasi. Selain memberi peluang bagi mahasiswa untuk saling berkompetisi di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), mahasiswa juga mendapat kesempatan untuk memperluas jejaring dan informasi. Salah satu tim PKM mahasiswa FMIPA UNM berhasil lulus sebagai penerima hibah dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Riset Eksakta (RE) Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Kemendikbud Ristek. Tim tersebut diketuai oleh Alfiqi Dwifa Annisi dengan tiga orang anggota yakni Didik Imam Sakirin, Awal Nur Rahmat, dan Fairuz Erlangga Nadwi. Alfiqi berasal dari Program Studi Biologi angkatan 2016, Didik dan Awal berasal dari Program Studi Biologi angkatan 2017, dan Fairuz berasal dari Program Studi Kimia angkatan 2018.

Tim PKM-RE ini berhasil memperoleh hibah dengan mengusung judul “Karakteristik Senyawa Bioaktif Ekstrak Kulit Kayu Menteng (Baccaurea racemosa) terhadap Mikroba Fermentasi Asal Minuman Tradisional, Ballo”. Tim ini dibimbing langsung oleh Andi Mu’nisa yang merupakan Dosen Jurusan Biologi FMIPA UNM.

Fiqi menjelaskan latar belakang riset ini berasal dari pengamatan proses pemanfaatan kayu menteng dalam proses pengawetan nira menjadi gula merah di wilayah Jeneponto. Riset ini bertujuan untuk melihat bagaimana kayu tersebut dapat memengaruhi aktivitas mikroba di dalam nira. Ia pun menambahkan bahwa keunggulan dari penelitiannya ialah dapat kembali mengangkat bahan-bahan alam dari daerah setempat, salah satunya di Jeneponto, dengan potensi kayu domestik yang dapat dimanfaatkan sebagai pengawet makanan secara alami.

Fiqi menuturkan bahwa pengolahan penelitian yang dilakukan ini tidak sulit dan dilakukan secara sederhana menggunakan metode sokletasi.

Jadi penelitian kami pengolahannya dilakukan secara sederhana, metode ekstraksi yang kami gunakan itu namanya sokletasi dimana kayu tersebut dihaluskan jadi simplisia dan diekstraksi dengan bantuan panas,” tuturnya.

Fiqi juga menyatakan kesyukurannya sebagai penerima hibah PKM tahun ini karena dapat merealisasikan ide-ide timnya. Melalui riset ini, salah satu harapannya ialah dapat mengedukasi masyarakat bahwa bahan-bahan alam juga dapat tetap unggul. Melihat di Jeneponto misalnya, masyarakat mulai mengganti bahwa pengawet alami dengan pengawet dari zat kimia yang diberikan oleh pemerintah. Ia juga menambahkan harapannya agar bisa lulus ke ajang PIMNAS tahun ini.

Tentu harapan kami adalah bisa lulus PIMNAS dan memberikan medali buat jurusan dan universitas. Adapun untuk penelitiannya kami berharap adanya kelanjutan seperti dapat diimplementasikan ke pengabdian masyarakat dan lain-lain,” harapnya.

Reporter : RM2

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *