Vincetoxicum nakaianum, Tumbuhan Pertama yang Meniru Aroma Semut untuk Penyerbukan

Vincetoxicum nakaianum (Doc. Int)

BIOma – Para ilmuwan menemukan bahwa ada tanaman yang mampu menarik lalat penyerbuk dengan meniru aroma khas dari semut yang terluka atau sebagian termakan. Spesies dogbane menjadi tanaman pertama yang diketahui meningkatkan peluang reproduksinya melalui peniruan bau semut tersebut. Aroma ini berfungsi sebagai sinyal bahaya bagi koloni semut ketika mereka diserang oleh laba-laba atau predator lainnya.

Dikutip dari mediaIndonesia.com, ahli biologi Ko Mochizuki secara kebetulan mengamati sejumlah besar lalat kloropida yang berkerumun di atas bunga-bunga di area pembibitan Kebun Raya Koishikawa. Berbekal pengalamannya dalam mengenali jenis serangga tersebut, ia menduga bahwa bunga-bunga itu mungkin meniru ciri-ciri serangga yang mati atau terluka, sehingga ia memutuskan untuk meneliti fenomena tersebut secara lebih mendalam.

Dilansir dari pomodo.id, Setelah melakukan pengumpulan data dan membandingkan aroma bunga dengan bau berbagai serangga, ditemukan bahwa aroma bunga sangat mirip dengan bau semut yang diserang laba-laba. Karena belum ada bukti ilmiah sebelumnya bahwa lalat tertarik pada semut terluka, Mochizuki memanfaatkan dokumentasi dari naturalis amatir di media sosial sebagai pendukung hipotesisnya.

Hasil uji perilaku kemudian membuktikan bahwa lalat memang lebih tertarik pada bau semut terluka dibandingkan aroma lainnya. Temuan ini menjadi kasus pertama tumbuhan yang menggunakan mimikri bau semut untuk menarik penyerbuk, sebuah strategi yang menyerupai bentuk mimikri yang biasanya ditemukan pada serangga dan hewan lain.

“Ini adalah bukti pertama mimikri semut pada tumbuhan. Tanpa aroma spesifik ini, tumbuhan ini tidak akan mampu bereproduksi dengan sukses ” ujar Ko Mochizuki, ahli botani di Universitas Tokyo.

Dikutip dari id.InfoAnimals.net, Vincetoxicum nakaianum termasuk dalam subfamili Asclepiadoideae, kelompok tumbuhan yang dikenal memiliki sistem penyerbukan sangat terspesialisasi. Dalam kasus ini, sinyal penciuman berperan sebagai umpan bagi kelompok lalat tertentu, menunjukkan adanya koevolusi yang halus antara tanaman dan serangga pengunjungnya.

Bukti yang dikumpulkan melalui analisis kimia, observasi lapangan, dan uji perilaku menunjukkan bahwa lalat tertarik secara signifikan terhadap campuran aroma spesifik yang dihasilkan tanaman. Strategi mimikri penciuman ini memungkinkan tanaman menghemat energi ketika menghasilkan nektar, sekaligus memaksimalkan efisiensi penyerbukan melalui pengunjung yang sering.

Reporter: Nurul Humairah

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *