LPM Estetika Hadirkan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional pada Pekan Jurnalistik

Pekan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional yang diadakan melalui via zoom (Doc.Ist)

BIOma – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Estetika Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Pekan Jurnalistik (Pekjur) secara blended dan hingga saat ini telah berlangsung salah satu agenda dari kegiatan Pekjur yaitu Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJLTN). Agenda ini berupa pemberian materi mengenai kejurnalistikan dengan mengambil tema “Jurnalisme Pembaruan“. Materi pertama dilaksanakan secara daring melalui zoom cloud meeting (5/11) dan dibawakan oleh Nurdin Amir dengan judul Media dan Digitalisasi.

Nurdin Amir selaku pemateri menyebutkan bahwa saat ini tidak sedikit media menjadi sarana penyebar hoax atau berita palsu yang tidak berdasarkan fakta. Media telah memasuki era post truth dimana semakin menjamurnya fake news. Contohnya media sosial seperti Facebook dan Twitter menjadi platform paling dominan dalam menyebarkan hoax. Ketika awak media lebih memilih penyebarluasan informasi yang memberi peningkatan tanpa menjunjung tinggi kebenaran. Ini merupakan tantangan bagi pers masa kini.

Media sosial sekarang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, apalagi sejak memasuki pandemi Covid-19 berita-berita semakin lebih mudah menyebar sehingga adanya jejak digital memberitahukan kita mengenai kondisi setiap negara. Terlebih pada beberapa platform yang telah menjadi sarana penyebaran hoax seperti Facebook dan Twitter.” Ungkapnya

Salah satu penanya pada sesi tanya jawab menanyakan suatu hal ketika jaman sekarang masyarakat lebih senang terhadap berita yang viral bahkan berita yang tidak penting untuk diketahui, sehingga bagaimana pers menyikapi hal tersebut? Nurdin Amir kemudian menjawab dengan keharusan profesionalitas yang perlu dihadirkan oleh seorang pers bermutu yang kemudian menjadi saran dan masukan bagi seluruh pers.

Seorang jurnalisme bermutu akan berpegang teguh terhadap profesionalitas, kami pun pekerja pers memiliki tanggung jawab tidak hanya pada kebebasan pers tetapi juga menjaga atau mendorong profesionalisme dengan melakukan penguatan kapasitas. Penguatan kapasitas jurnalisme didapatkan juga dari pelatihan seperti ini, karena ketika seorang pers perlu menuliskan suatu isu maka ia wajib memahami isu tersebut. Ini juga kewajiban bagi seorang pers yang berkualitas”. Jawabnya.

Reporter : Nurul Fitrah Aryani

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *