BIOma – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi demonstrasi di depan Menara Pinisi UNM, pada Selasa (02/04). Aksi ini mengangkat isu “Krisis Demokrasi Kampus dan Otoriterisme Birokrasi dalam Tata Kelola UNM”.
Massa aksi membawa tiga sorotan utama: ketimpangan fasilitas akademik, mandeknya legalitas lembaga kemahasiswaan fakultas, dan pembatasan jam operasional kampus. Kebijakan pembatasan ruang gerak oleh Plt. Rektor dinilai lahir sepihak tanpa pelibatan mahasiswa.
Presiden BEM FIS-H, Anreyza Yusri, mengkritik keras penyempitan ruang berlembaga tersebut. Kebijakan terkait jam operasional kegiatan kampus dinilai tidak melibatkan partisipasi mahasiswa sehingga memicu pertanyaan terkait ketersediaan ruang untuk berorganisasi.
“Fasilitas di FIS-H sangat minim, puluhan berbanding ribuan mahasiswa. Ditambah lagi jadwal kuliah penuh dari pukul 07.00 -17.00. Lalu di mana ruang kami untuk berlembaga? Apalagi kebijakan ini diputuskan sepihak tanpa partisipasi mahasiswa,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa aksi ini merupakan bagian dari langkah strategis yang telah direncanakan melalui konsolidasi internal.
“Pada aksi kali ini kami telah menyusun beberapa rencana strategis melalui konsolidasi. Jika capaian yang diharapkan tidak terpenuhi, kami akan kembali melakukan konsolidasi untuk menyusun langkah lanjutan sebagai bentuk evaluasi dari aksi ini,” tambahnya.
Aksi ini menjadi bentuk tuntutan mahasiswa terhadap transparansi, keadilan, serta ruang demokrasi yang lebih terbuka di lingkungan kampus.
Reporter: Ervina Nisa & Aulia suci Rahmadhani
![]()

