Bukan Flu Biasa: Mengurai Ancaman Parasit Plasmodium dan Bahaya Malaria Monyet

Ilustrasi Malaria Monyet (Doc. Int)

BIOma – Kasus malaria monyet kembali mengguncangkan Asia Tenggara khususnya pada daerah malaysia dan daerah aceh. Penyakit ini sudah tida asing bagi masayrakat yang tinggal di daerah tropis apalagi yang dekat dengan hutan. Namun, bagi daerah aceh masih terhitung baru di telinga.

Malaria monyet merupakan penyakit zoonosis atau penyakit yang dapat menular yang disebabkan parasit. Dikutip dari klikdokter.com bahwa malaria merupakan penyakit yang dapat disebabkan oleh parasit dan disebarkan melalui nyamuk Anopheles betina, sehingga menyebabkan penyakit. Parasit penyebab penyakitnya sudah ada di Indonesia sejak 1900-an ini terbagi menjadi 4, yaitu Plasmodium faciparum, vivax, malariae, dan ovale.

Penyebab malaria monyet sangat mudah ditularkan hanya dengan gigitan nyamuk betina saja. Penyakit ini ditularkan pada manusia oleh nyamuk yang menggigit monyet yang sudah terinfeksi malaria sebelumnya. Setelah menginfeksi tubuh penyakit ini akan menunjukkan beberapa gejala umum seperti flu atau pilek. Dikutip dari halodoc.com bahwa gejala malaraia ini mudah disalah artikan karena mirip dengan gejala sakit pada umumnya. Namun, setelah sekitar 10-15 hari gejala malaria yang lain mulai muncul, seperti muntah-muntah, diare, hingga kulit berubah kuning. Dan lebih parahnya penyakit ini dapat membuat seseorang mengalami koma.

Nah, adapun cara mencegah penyakit ini terjadi ke kita. Membatasi aktivitas di dekat hutan atau menggunakan perlindungan agar tifak digigit dengan nyamuk. Dapat juga membiasakan dari hal kecil seperti menggunakan kelambu pada saat tidur, melakukan penyemrotan secara rrutin dalam ruangan dengan insektisida hingga mengonsumsi obat anti malaria.

Reporter: Sitti Radiah Husna

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *