BIOma – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menunjukkan kekayaan biodiversitas Indonesia melalui penemuan 10 rekaman baru spesies anggrek di berbagai wilayah Nusantara. Penemuan ini menjadi bukti bahwa Indonesia masih menyimpan banyak potensi flora yang belum terdokumentasi secara ilmiah. oleh para peneliti
Penelitian tersebut dilakukan oleh tim dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN bersama sejumlah mitra peneliti. Dilansir dari Kompas.com, hasil penelitian kemudian dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Lankesteriana dengan judul Ten New Orchid Records from the Indonesian Archipelago. Penelitian ini menyoroti pentingnya eksplorasi flora Indonesia, khususnya anggrek yang memiliki tingkat keanekaragaman sangat tinggi.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari BonariNews, sepuluh rekaman baru anggrek tersebut ditemukan di beberapa wilayah Indonesia seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Beberapa spesies yang berhasil didokumentasikan antara lain Bulbophyllum nematocaulon, Cleisomeria lanatum, dan Anoectochilus papuanus. Keberadaan spesies tersebut menunjukkan bahwa kawasan hutan tropis Indonesia masih menjadi habitat penting bagi berbagai jenis anggrek langka.
Penemuan ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian hutan Indonesia. Habitat alami anggrek liar saat ini menghadapi berbagai ancaman seperti deforestasi, perubahan iklim, dan aktivitas manusia yang dapat mengurangi keberadaan spesies endemik di alam liar.
Diketahui memiliki sekitar 5.000 spesies anggrek yang tersebar di berbagai wilayah. Dengan adanya penemuan terbaru ini, para peneliti optimistis masih banyak spesies anggrek lain yang belum ditemukan dan berpotensi menjadi objek penelitian di masa yang akan mendatang.
Peneliti BRIN menjelaskan bahwa dokumentasi spesies baru bukan hanya bertujuan memperkaya data ilmiah, tetapi juga mendukung langkah konservasi jangka panjang. Dengan data yang lebih lengkap, upaya perlindungan flora Indonesia dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Indonesia sendiri juga dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman anggrek terbesar di dunia. Penemuan terbaru ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat biodiversitas tropis yang memiliki nilai penting bagi ilmu pengetahuan dan konservasi global.
Reporter: Dwi Anggitia Wulandari
![]()
