BIOma – Mahasiswa Biologi angkatan 2023 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) mulai mengasah naluri bisnis mereka melalui pameran kewirausahaan Metamorfosa 2026. Agenda ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan mentalitas wirausaha sekaligus melatih ketangkasan public speaking saat mempresentasikan keunggulan produk mereka. Perhelatan ini berlangsung di Pelataran Science Square FMIPA UNM, Rabu (13/05).
Dalam kegiatan tersebut, para peserta menampilkan berbagai inovasi produk kreatif yang tidak hanya berfokus pada nilai jual, tetapi juga pada kreativitas, pemanfaatan peluang pasar, serta kepedulian terhadap isu lingkungan.
Salah satu peserta, Tiara Novitasari, memperkenalkan produk pancake rainbow dengan tampilan warna-warni berbahan alami. Ia menjelaskan bahwa ide tersebut berangkat dari kebiasaan anak muda yang gemar membeli makanan untuk kebutuhan konten media sosial, serta melihat peluang pasar yang masih jarang ditemukan di Makassar.
“Produk yang kami tampilkan adalah pancake rainbow dengan warna dari bahan alami. Ide ini muncul dari kebiasaan anak muda yang sering membeli makanan untuk kebutuhan konten media sosial, serta karena produk seperti ini masih belum banyak di Makassar sehingga kami melihat adanya peluang usaha,” ujarnya.
Tiara juga menambahkan bahwa ia bersama kelompoknya berencana untuk terus mengembangkan produk tersebut agar dapat dikenal lebih luas, tidak hanya di lingkungan kampus tetapi juga di luar Makassar. Ia juga berharap mahasiswa lain tidak ragu untuk memulai usaha dari hal kecil, memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, serta tetap terbuka terhadap kritik demi pengembangan produk.
Peserta lainnya, Amirah Abidin, menghadirkan Lumèa Candle, lilin aromaterapi ecofriendly yang dibuat dari minyak jelantah. Produk ini terinspirasi dari tren sustainable living serta produk lilin yang sering muncul di media sosial, namun dikembangkan dengan konsep pemanfaatan limbah rumah tangga untuk mengurangi pencemaran lingkungan.
“Lumèa Candle kami buat dari minyak jelantah sehingga lebih ramah lingkungan. Ide ini terinspirasi dari tren sustainable living dan produk lilin yang sering viral di media sosial, tetapi kami mengubah bahan utamanya menjadi lebih ekologis agar dapat mengurangi limbah,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kelompoknya memiliki keinginan untuk melanjutkan usaha tersebut apabila mendapatkan respon positif dari pasar, karena melihat potensi pengembangan yang cukup besar. Selain itu, ia berharap mahasiswa yang memiliki minat di bidang kewirausahaan dapat berani memulai dari usaha kecil, karena membangun bisnis membutuhkan proses, keberanian, dan konsistensi.
Agenda ini menjadi tolok ukur sejauh mana mahasiswa mampu mengintegrasikan insting bisnis dengan kecakapan berkomunikasi. Lebih dari sekadar pameran, kegiatan ini menantang mentalitas peserta dalam membedah potensi produk serta mempertahankan gagasan mereka di ranah publik.
Reporter: Nurul Inayah
![]()

