BIOma – Global Learning Institute (GLI) menggelar webinar nasional dengan tema “Growth Mindset untuk Indonesia Emas: Membangun Fondasi untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Bangsa” secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (2/6). Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila ini dipandu oleh Siti Pitrianti sebagai moderator dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia, Selasa (02/06).
Webinar ini menghadirkan tiga narasumber dari perguruan tinggi berbeda, yakni Evi Ristiana dari Universitas Negeri Makassar (UNM), Harsi Admawati dari Universitas Tidar, serta Arini Anestesia Purba dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK).
Presiden Direktur GLI, Sufriadi Mei Suhendra, dalam pengantarnya menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dapat diimplementasikan melalui upaya pengembangan diri dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Webinar tersebut menjadi ruang belajar bersama untuk membangun pola pikir yang mendorong kemajuan individu maupun bangsa.
Sufriadi menjelaskan bahwa konsep growth mindset yang diperkenalkan oleh Carol Dweck menekankan bahwa kemampuan seseorang untuk berkembang tidak hanya ditentukan oleh bakat bawaan, melainkan melalui kemauan untuk terus belajar, mencari pengalaman, dan mengembangkan potensi diri. Melalui webinar ini, peserta diajak memahami pentingnya pola pikir berkembang dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Kita mau memastikan bahwa kita mau terus bergerak maju, keep moving forward,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya membumikan growth mindset di lingkungan pendidikan, khususnya bagi Generasi Z, sebagai salah satu bekal dalam menyongsong Indonesia Emas dan mewujudkan kemajuan serta kesejahteraan bangsa.
Narasumber pertama, Evi Ristiana, membawakan materi mengenai internalisasi life long learning untuk menjawab berbagai permasalahan bangsa. Ia menjelaskan bahwa Indonesia Emas tidak hanya ditentukan oleh target pembangunan, tetapi juga oleh kesiapan masyarakat untuk terus belajar dan beradaptasi terhadap perubahan.
Evi menilai berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini membutuhkan lebih dari sekadar kecerdasan. Masyarakat juga perlu memiliki literasi yang baik, kemampuan berkolaborasi, integritas, serta kemauan untuk terus mengembangkan diri agar mampu menghadapi perubahan dan mengambil keputusan secara bijak.
“Indonesia Emas tidak lahir dari masyarakat yang takut berubah, tetapi dari manusia pembelajar yang terus memperbarui diri,” tuturnya.
Narasumber kedua, Harsi Admawati, memaparkan bahwa growth mindset merupakan keyakinan yang memengaruhi cara seseorang memandang suatu peristiwa, mengambil tindakan, hingga menentukan hasil yang dicapai. Pola pikir ini menjadi fondasi penting yang tidak hanya diterapkan dalam dunia pendidikan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Harsi menjelaskan bahwa seseorang dengan fixed mindset cenderung menganggap kemampuan yang dimiliki bersifat tetap. Sebaliknya, individu dengan growth mindset percaya bahwa kemampuan dapat berkembang melalui proses belajar dan usaha. Oleh karena itu, kegagalan dan kesalahan tidak seharusnya dipandang sebagai akhir, melainkan kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri.
“Kalau saya gagal saya harus belajar dan mencoba lagi,” ujarnya.
Narasumber ketiga, Arini Anestesia Purba, membahas transformasi growth mindset melalui pembentukan kebiasaan yang terstruktur di tengah aktivitas media sosial. Mengacu pada buku Atomic Habits karya James Clear, ia menjelaskan bahwa pola pikir bertumbuh tidak muncul secara instan, melainkan dibangun melalui kebiasaan-kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten.
Langkah sederhana seperti membuat daftar kegiatan harian, melakukan refleksi diri, serta mengurangi distraksi media sosial dapat membantu seseorang menjadi lebih fokus dan produktif. Perubahan besar berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara berulang hingga menjadi kebiasaan.
“Growth mindset ini lebih kepada kebiasaan yang kamu bangun dulu dari diri kamu, baru kamu dapat mencapai sesuatu,” tuturnya.
Webinar ini menegaskan bahwa growth mindset bukan sekadar teori, melainkan modal nyata untuk menghadapi tantangan masa depan. Kolaborasi perspektif dari ketiga narasumber memperlihatkan bahwa kombinasi antara pola pikir yang adaptif, konsistensi dalam membangun kebiasaan positif, dan komitmen untuk terus belajar adalah fondasi utama yang harus disiapkan demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Reporter: RM 2
![]()

