BIOma – Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Kuliah Kebangsaan dan Diskusi Publik dalam rangka Dies Natalis ke-65 UNM bersama kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan tema Peran IPTEKS dalam Pembangunan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dengan lokasi di Ballroom Theater Lantai 2 Menara Phinisi, Senin (08/06).
Acara diawali dengan sambutan Plt. Rektor UNM, Prof. Farida Patittingi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan komitmen UNM dalam memperkuat budaya riset dan inovasi melalui berbagai program pengembangan penelitian, kolaborasi internasional, serta dukungan terhadap dosen muda. Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya UNM untuk terus meningkatkan kualitas dan reputasi akademik kampus.
Pada sesi kuliah kebangsaan, Prof. Arif Satria, menyoroti berbagai tantangan masa depan yang akan dihadapi Indonesia, mulai dari perubahan iklim, dinamika geopolitik global, hingga pesatnya perkembangan teknologi. Menghadapi kondisi tersebut, pemanfaatan bonus demografi yang diprediksi mencapai puncaknya pada tahun 2030 menjadi modal besar bagi negara. Peningkatan kualitas pendidikan, riset, dan inovasi mutlak diperlukan agar bonus demografi tersebut mampu mendongkrak daya saing dan memberikan dampak positif bagi pembangunan nasional.
Indikator kemajuan suatu negara saat ini tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari tingkat inovasi yang dimiliki. Oleh karena itu, ia mendorong perguruan tinggi untuk terus meningkatkan produktivitas riset, publikasi ilmiah, serta pengembangan teknologi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ke depan, kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh kemampuan inovasi dan risetnya. Sumber daya alam yang melimpah tidak akan cukup tanpa didukung sumber daya manusia yang unggul dan penguasaan teknologi,” ujarnya.
Penutup pemaparan diisi dengan ajakan kepada seluruh elemen kampus untuk memanfaatkan ragam program dari BRIN. Skema talenta riset, kolaborasi penelitian, hingga program pengembangan SDM terbuka lebar bagi mahasiswa maupun dosen. Melalui sinergi dan kegiatan ini, sivitas akademika UNM diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan riset, inovasi, dan teknologi sebagai kontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Reporter: Nur Mala Sari
![]()

