BIOma – Kabar menggembirakan datang dari dunia konservasi Indonesia. Setelah lebih dari 100 tahun tidak pernah tercatat keberadaannya, burung endemik Indonesia berdahi biru (Blue-fronted Lorikeet) kembali ditemukan di salah satu pulau di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Penemuan ini menjadi momen penting karena spesies tersebut sebelumnya dianggap sangat langka dan bahkan dikhawatirkan telah punah dari habitat alaminya.
Berdasarkan laporan kompas.com, penemuan burung langka ini dilakukan oleh tim peneliti saat melakukan survei keanekaragaman hayati di Kepulauan Talaud. Burung tersebut berhasil didokumentasikan melalui pengamatan langsung dan rekaman visual. Keberhasilan ini menjadi salah satu penemuan paling penting dalam dunia ornitologi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Dikutip dari detik.com, burung berdahi biru (Charmosyna toxopei) terakhir kali tercatat oleh ilmuwan pada awal abad ke-20. Selama lebih dari satu abad, tidak ada laporan ataupun dokumentasi yang memastikan keberadaan spesies tersebut di alam liar. Kemunculan kembali burung ini memberikan harapan baru bagi upaya konservasi satwa endemik Indonesia.
Menurut informasi yang dimuat goodnewsfromindonesia.id, keberadaan kembali burung berdahi biru menunjukkan bahwa masih terdapat habitat alami yang mampu mendukung kelangsungan hidup spesies langka tersebut. Namun, para peneliti mengingatkan bahwa populasi burung ini diperkirakan masih sangat sedikit sehingga memerlukan perlindungan dan pemantauan secara berkelanjutan.
Kembalinya burung endemik berdahi biru setelah hilang selama seabad menjadi pengingat bahwa upaya pelestarian habitat sangat penting untuk menjaga keberlangsungan keanekaragaman hayati Indonesia. Dengan perlindungan yang tepat, spesies langka ini diharapkan dapat terus bertahan dan berkembang di habitat alaminya.
Reporter: RM 7
![]()

