Penemuan Spesies Baru Hemiscyllium dudgeonae di Ekosistem Lamun Papua Nugini

Hemiscyllium dudgeonae, Spesies Baru Hiu Berjalan (Doc. Int)

BIOma – Hiu berjalan merupakan kelompok hiu unik dari genus Hemiscyllium yang memiliki kemampuan bergerak di dasar laut menggunakan siripnya seperti kaki, sehingga tampak berjalan dengan gerakan lambat. Berdasarkan penelitian Blakeway et al., (2026), salah satu spesies baru yang ditemukan adalah Hemiscyllium dudgeonae, yang hidup di perairan dangkal sekitar 0,5 -12 meter di wilayah Papua Nugini, terutama di ekosistem padang lamun dan terumbu karang.

Hiu ini berukuran relatif kecil, sekitar 39-78 cm, dengan pola tubuh khas berupa bintik cokelat, garis samar, dan tanda seperti mata di belakang kepala. Selain itu, analisis genetik menunjukkan adanya perbedaan signifikan dibandingkan spesies lain, meskipun masih berkerabat dekat dengan Hemiscyllium Michaeli, sebagaimana dikutip dari share.google.

Informasi dari tempo.co, para ilmuwan mengungkap bahwa hiu berjalan termasuk dalam kelompok epaulette shark yang mampu bertahan di lingkungan ekstrem seperti perairan dangkal dengan kadar oksigen rendah. Kemampuan berjalan menggunakan sirip membantu mereka berpindah tempat saat air surut dan mencari makan di dasar laut. Penemuan spesies baru ini juga menunjukkan bahwa kawasan Indo-Pasifik, khususnya Papua Nugini dan sekitarnya, masih menyimpan kekayaan biodiversitas laut yang belum sepenuhnya terungkap.

Berdasarkan laman resmi sumbawanews.com, hiu berjalan dikenal karena kemampuannya bergerak di atas terumbu karang saat air surut dengan menggunakan keempat siripnya seperti kaki. Hewan ini tidak berbahaya bagi manusia dan umumnya memakan invertebrata kecil yang hidup di dasar laut. Perilaku unik ini menjadikannya berbeda dari kebanyakan hiu lain yang berenang aktif di perairan terbuka.

Sementara itu, dilansir dari sci.news, hiu berjalan merupakan kelompok hiu kecil yang hidup di dasar laut dengan habitat utama di perairan dangkal seperti terumbu karang, lamun, dan mangrove. Ukurannya berkisar antara 70-80 cm dan memiliki wilayah jelajah yang sangat terbatas, sehingga rentan terhadap perubahan lingkungan. Keunikan cara bergerak serta habitat spesifiknya menjadikan hiu ini sebagai salah satu spesies penting dalam studi evolusi dan konservasi laut.

Secara keseluruhan, penemuan hiu berjalan menegaskan bahwa laut Indo-Pasifik merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia yang masih menyimpan banyak spesies unik. Keberadaan hiu ini tidak hanya menarik dari segi perilaku dan morfologi, tetapi juga memberikan wawasan penting mengenai adaptasi evolusioner makhluk hidup di lingkungan laut yang dinamis.

Reporter: RM 2

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *