HMJ Fisika FMIPA UNM Sukses Gelar ASM 2026, Wujudkan Pengabdian Berbasis Sains

Potret Bersama Penutupan Aplikasi Studi Mahasiswa (ASM) 2026 (Doc. Ist)

BIOma – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) sukses melaksanakan program kerja Aplikasi Studi Mahasiswa (ASM) 2026 dengan mengusung tema Pengabdian yang Menguatkan intelektualitas, Spiritualitas, dan Kolaborasi. Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, di Desa Palajau, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Minggu-Sabtu (19-25/07),

Selama tujuh hari pelaksanaannya, ASM 2026 menghadirkan enam paket kegiatan utama yang dirancang untuk menginspirasi, mengeksplorasi, dan mengaplikasikan ilmu fisika guna membantu masyarakat setempat. Beberapa program unggulan di antaranya adalah Praktikum Fisika, Pelatihan IT untuk pelajar tingkat SMA, Sekolah Alam, serta perlombaan tradisional.

Salah satu panitia pelaksana menjelaskan bahwa kegiatan Praktikum Fisika bertujuan untuk memperdalam pemahaman konsep sains melalui eksperimen dan observasi langsung. Sementara itu, Pelatihan IT difokuskan pada peningkatan keterampilan menggunakan perangkat lunak Microsoft Word, Excel, serta dasar-dasar desain grafis.

Pendekatan interaktif yang dibawakan oleh mahasiswa mendapat respons positif dari para praktikan atau peserta didik di desa tersebut. Mereka mengaku merasa lebih nyaman dan tidak sungkan untuk bertanya langsung kepada mahasiswa ketika ada materi yang kurang dipahami. Penjelasan yang mendetail juga dinilai membantu peserta menyerap ilmu dengan lebih cepat.

Antusiasme tinggi juga terlihat pada program Sekolah Alam yang mengajak anak-anak Desa Palajau belajar di luar ruangan.

“Antusiasme anak-anak sangat tinggi. Awalnya hanya ada 28 anak yang mengisi formulir partisipasi. Namun, saat kegiatan berlangsung, pesertanya membeludak dan melampaui perkiraan karena semakin banyak yang tertarik untuk ikut serta,” ungkapnya.

Selain di bidang pendidikan, ASM 2026 juga menyasar pemberdayaan ekonomi dan lingkungan masyarakat melalui sosialisasi Eco-Briquette (briket ramah lingkungan). Warga Desa Palajau diberikan edukasi bahwa limbah yang biasanya hanya dibakar dan dibuang ternyata dapat diolah menjadi bahan bakar hemat yang memiliki nilai ekonomi.

Kepala Dusun setempat menyambut baik seluruh rangkaian program dari HMJ Fisika FMIPA UNM ini. Ia menilai inovasi bahan bakar alternatif sangat relevan dengan potensi sumber daya di wilayahnya.

“Saya sangat merespons positif karena di sini bahan bakar melimpah dan ternyata bisa dimanfaatkan dengan baik. Alhamdulillah, masyarakat Palajau sangat mendukung kegiatan ini,” tuturnya.

Melihat dampak positif yang dihasilkan, Kepala Dusun juga menyiratkan keterbukaannya agar program-program edukatif dan pemberdayaan serupa dapat terus dilanjutkan.

“Ini menjadi momen penting bagi warga Palajau, tidak ada salahnya kalau inovasi-inovasi seperti ini kita bangkitkan kembali ke depannya,” pungkasnya.

Berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan menandai rampungnya program pengabdian ASM 2026 di Kabupaten Jeneponto. Kolaborasi antara sivitas akademika HMJ Fisika FMIPA UNM dan warga setempat ini membuktikan bahwa pendekatan sains baik melalui metode pembelajaran adaptif bagi peserta didik di ruang terbuka maupun pengolahan limbah lingkungan berbasis Masyarakat dapat diterjemahkan menjadi solusi praktis yang berwujud nyata di lapangan.

Reporter: Nisharieva Filani

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *