BIOma – Universitas Negeri Makassar (UNM) didorong untuk menjadikan sekolah sebagai kampus kedua dalam memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah serta mendukung pengembangan pendidikan guru masa depan.
Guru Besar Ilmu Fisika UNM, Prof. Eko Hadi Sujiono, menyampaikan bahwa sekolah tidak seharusnya hanya menjadi tempat mahasiswa menjalani praktik mengajar. Menurutnya, sekolah juga perlu dipandang sebagai mitra pendidikan yang berperan dalam pengembangan pengetahuan, pengalaman, dan kompetensi calon guru.
Selain itu, sekolah tidak semestinya hanya dimanfaatkan sebagai lokasi penelitian atau pelatihan dosen. Hubungan UNM dan sekolah diharapkan dapat dibangun sebagai jejaring yang permanen dan setara sehingga keduanya dapat saling mendukung dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Gagasan tersebut disampaikan Prof. Eko dalam diskusi bersama tim redaksi Tribun-Timur.com di Jalan Cendrawasih No. 430, Kota Makassar, pada Jumat (28/08/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan komitmennya untuk mengabdi kepada UNM.
“Terlalu banyak fasilitas yang diberikan UNM kepada saya. Saya berdosa kalau tak mengabdi kepada UNM,” ujarnya.
Penerapan konsep sekolah sebagai kampus kedua diharapkan membuat hubungan antara UNM dan sekolah tidak terbatas pada praktik mengajar, penelitian, maupun pelatihan dosen. Kerja sama yang berkelanjutan dapat menjadi ruang kolaborasi dalam mempersiapkan calon guru sekaligus mendukung pengembangan pendidikan yang lebih dekat dengan kebutuhan sekolah.
Kerja sama tersebut juga dapat menjadikan sekolah sebagai ruang pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman langsung di lapangan. Hal ini diharapkan mampu membantu mahasiswa calon guru memahami kondisi pembelajaran serta kebutuhan peserta didik secara lebih nyata.
Jejaring setara antara UNM dan sekolah diharapkan dapat memperluas sinergi guna mencetak calon guru yang lebih siap dan berkualitas.
Reporter: Maisya Audia
![]()

