BIOma – Guru Besar Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Sukardi Weda, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor UNM periode 2027-2031, ia menyerahkan berkas pencalonannya di Gedung Pinisi UNM dan menjadi pendaftar keempat dalam tahapan Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM pada Senin (28/09).
Kedatangan Prof. Sukardi didampingi oleh keluarga dan sejumlah anggota organisasi kemasyarakatan Pemuda Panca Marga (PPM) Sulawesi Selatan. Kehadiran rombongan tersebut turut mengiringi proses pendaftaran Prof. Sukardi di Gedung Pinisi UNM. Rombongan PPM yang hadir bersama menjadi bagian dari dukungan dalam langkahnya mengikuti tahapan Pilrek UNM periode 2027-2031.
Pencalonan ini menjadi kali kedua bagi Sukardi dalam Pilrek UNM. Sebelumnya, ia pernah mencalonkan diri pada Pilrek UNM periode 2020-2024. Selain itu, Sukardi juga pernah mengikuti pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin periode 2026-2030. Pengalaman tersebut turut menjadi bekal yang dibawanya saat kembali maju dalam Pilrek UNM.
Dikutip dari detik.com, Sukardi mengatakan keputusannya kembali maju didasarkan pada pengalaman yang telah dijalaninya selama berada di lingkungan UNM, mulai dari ketua program studi hingga pernah menjabat sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan.
“Saya tahu banyak hal tentang apa yang perlu dibangun atau diperbaiki di Universitas Negeri Makassar ini,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi dasar bagi Sukardi dalam menawarkan sejumlah pembenahan apabila mendapat amanah memimpin UNM. Salah satu hal yang menjadi perhatiannya ialah tata kelola kelembagaan. Ia juga menyebut telah menyiapkan visi, misi, dan program kerja yang akan menjadi bagian dari arah kepemimpinannya.
Dilansir dari harian.fajar.co.id, gagasan utama yang dibawa Sukardi dalam pencalonannya adalah World Class University Leader. Konsep tersebut menempatkan kepemimpinan sebagai bagian penting dalam mendorong UNM menuju perguruan tinggi yang memiliki daya saing global. Gagasan tersebut tidak hanya menekankan upaya membawa UNM menuju perguruan tinggi berkelas dunia, tetapi juga menempatkan peran pemimpin sebagai bagian penting dalam mewujudkan arah tersebut.
“Jadi saya mengusung World Class University Leader, bukan hanya World Class University. Bukan hanya perguruan tinggi kelas dunia, tetapi ada leader-nya,” ujarnya.
Selain gagasan tersebut, Sukardi juga menyampaikan target untuk mendorong posisi UNM dalam pemeringkatan perguruan tinggi nasional menjadi lebih baik. Ia menargetkan UNM dapat berada di jajaran 20 besar perguruan tinggi nasional. Menurutnya, pencapaian target tersebut perlu diikuti dengan pembenahan berbagai aspek di lingkungan kampus.
Salah satu upaya yang ditawarkan ialah penerapan Malcolm Baldrige National Quality Award sebagai kerangka untuk memperkuat kualitas dan tata kelola kelembagaan. Sukardi menyebut terdapat tujuh indikator yang dapat diterapkan untuk mendukung pengelolaan UNM agar mampu berkembang menuju perguruan tinggi yang berorientasi global.
Tidak hanya tata kelola, perhatian Sukardi juga mencakup fasilitas dan suasana akademik di lingkungan kampus. Ia ingin menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan sekaligus mendukung aktivitas seluruh civitas akademika.
Dalam gagasannya, Sukardi juga membawa konsep pro untuk semua. Program tersebut ditujukan bagi berbagai unsur di lingkungan UNM, mulai dari dosen, tenaga kependidikan hingga mahasiswa. Ia menekankan bahwa program yang disiapkan tidak hanya berorientasi pada satu kelompok dalam lingkungan perguruan tinggi.
Dengan resminya pendaftaran tersebut, Sukardi menjadi pendaftar keempat dalam Pilrek UNM periode 2027-2031. Pencalonannya membawa gagasan World Class University Leader yang dipadukan dengan agenda penguatan tata kelola, peningkatan kualitas institusi, serta keterlibatan seluruh unsur civitas akademika.
Reporter: Sitti Radiah Husna
![]()

