BIOma – Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Suwardi Annas, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor UNM periode 2027–2031 dengan menyerahkan berkas pencalonannya di ruang Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM, Gedung Phinisi, pada Rabu (07/10). Penyerahan berkas pencalonan tersebut, Prof. Suwardi resmi mengikuti tahapan Pilrek UNM periode 2027–2031.
Prof. Suwardi hadir didampingi lima dekan, hampir 50 guru besar, serta perwakilan dari 10 fakultas di UNM. Selain lima dekan yang tergabung dalam timnya, turut hadir Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Selatan Prof. Hamzah Harun Al-Rasyid serta bakal calon rektor lainnya, yakni Prof. Sukardi Weda. Kesempatan tersebut, Prof. Suwardi juga didampingi Prof. Sukardi Weda yang sebelumnya telah lebih dahulu mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor UNM.
Usai menyerahkan berkas kepada panitia, Prof. Suwardi menjelaskan pihak-pihak yang mendampinginya dalam proses pendaftaran tersebut. Ia menyebut kehadiran para guru besar dan perwakilan fakultas merupakan bagian dari pendampingan yang diberikan kepadanya.
“Saya didampingi oleh hampir 50 guru besar dan perwakilan dari representasi seluruh fakultas dari10 fakultas yang ada,” ujarnya.
Prof. Suwardi juga menyampaikan apresiasinya terhadap sejumlah pihak yang hadir dalam proses pendaftaran. Ia secara khusus menyebut Prof. Hamzah Harun yang telah mendidiknya sejak kecil serta Prof. Abdul Saman yang menjadi ketua timnya.
“Dari kecil saya dididik oleh beliau (Prof. Hamzah Harun). Kemudian saya didampingi ketua tim kami Bapak Prof. Dr. Abdul Samad bersama lima dekan lainnya yang ada di tim kami,” ujarnya.
Kehadiran salah satu kandidat lain dalam proses pendaftaran tersebut dinilai Prof. Suwardi sebagai bagian dari suasana Pilrek yang diharapkan berlangsung tertib.
“Kebetulan ada dua orang sebagai panitia, satu perwakilan dekan dan Alhamdulillah saya juga didampingi oleh satu calon rektor (Prof. Sukardi Weda). Itu adalah jaminan bahwa insyaallah, Pilrek kali ini akan lancar dan tertib,” katanya.
Informasi dalam pemberitaan Bentara.co, Prof. Suwardi juga menekankan bahwa kehadiran rombongan besar saat pendaftaran tidak semata-mata ingin menunjukkan jumlah dukungan. Ia memaknainya sebagai bentuk kebersamaan lintas fakultas dan disiplin.
“Saya sangat menghargai kehadiran Prof. Sukardi Weda. Kita bisa berada dalam kontestasi yang sama, memiliki gagasan masing-masing, tetapi tetap menjaga persahabatan, kolegialitas, dan kecintaan kepada institusi,” ungkapnya.
Setelah menyerahkan berkas, Prof. Suwardi menjelaskan alasan dirinya maju dalam Pilrek UNM. Menurutnya, UNM memiliki sejarah panjang selama 65 tahun sehingga perlu ada upaya untuk menjaga sekaligus mengembangkan capaian yang telah dibangun para pendahulu.
“UNM ini punya sejarah panjang. UNM berumur 65 tahun. Ya, tentu kami merasa terpanggil untuk melanjutkan estafet kepemimpinan, untuk menjaga, menguatkan, dan mengembangkan legasi dan karya-karya yang telah dihadirkan oleh pendahulu kita,” jelasnya.
Ia juga menyoroti perkembangan sumber daya yang dimiliki UNM, mulai dari dosen, aset, program studi, jumlah mahasiswa hingga produktivitas riset dan inovasi. Jika mendapat amanah memimpin UNM, Prof. Suwardi mengatakan akan berupaya menyatukan berbagai potensi tersebut.
“Kalau saya diberi amanah untuk menjadi rektor UNM, maka saya akan berusaha semaksimal mungkin mensinergikan semua potensi yang ada untuk mewujudkan UNM yang semakin maju, berkarakter, bereputasi internasional, dan juga tetap berakar pada kearifan lokal,” tuturnya.
Terkait dukungan suara, Prof. Suwardi mengklaim telah mengantongi dukungan anggota Senat UNM. Sehingga ia optimistis lolos dari putaran pertama Pilrek UNM. Ia juga menambahkan, komunikasi dengan anggota senat tidak sekadar meminta dukungan, tetapi lebih banyak berdiskusi tentang kondisi dan arah pengembangan UNM, sebagaimana di kutip dari detik.com.
“Alhamdulillah ada 64 anggota senat dan kami sudah menerima dukungan dari lebih 30 persen anggota senat. Dan itu adalah jaminan tiket masuk tiga besar,” ungkapnya.
Pendaftaran bakal calon berlangsung hingga 9 Oktober 2026, sebelum para kandidat mengikuti tahapan penyaringan dan proses pemilihan sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.
Reporter: Ervina Nisa
![]()

