BIOma – Kerusuhan yang terjadi di Gedung DPRD Kota Makassar berakhir tragis setelah gedung terbakar hebat dan menelan korban jiwa. Peristiwa ini berawal saat rapat paripurna tengah berlangsung, ketika massa demonstrasi di depan gedung berhasil merobohkan pagar DPRD. Situasi semakin tidak terkendali hingga api melahap sebagian besar bangunan, serta sejumlah fasilitas di sekitarnya, Makassar, Jumat (29/08).
Dilaporkan terdapat empat orang korban meninggal dunia. Korban terdiri dari 1) Syaiful Anwar, Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah, 2) Ubay, Fotografer DPRD Makassar, 3) Sarina, staf pendamping anggota dewan, serta 4) Budi, seorang anggota Satpol PP yang meninggal setelah melompat dari lantai empat untuk menyelamatkan diri. Selain korban meninggal, lima orang lainnya mengalami luka-luka, dengan tiga di antaranya mengalami luka berat.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, kerusakan materil cukup parah. Sebanyak 67 kendaraan terbakar, sebagian besar merupakan kendaraan dinas milik pejabat serta beberapa kendaraan pribadi anggota DPRD dan Pemkot. Kobaran api juga merusak pos jaga, mesin ATM, dan bagian utama gedung dewan.
Wali Kota, Wakil Wali Kota, serta sejumlah legislator yang saat itu berada di ruang rapat paripurna berhasil dievakuasi dengan selamat. Namun, kepanikan meluas di sekitar lokasi hingga proses pemadaman berlangsung berjam-jam.
Pangdam XIV Hasanuddin memastikan situasi di Makassar kini sudah kondusif. Lebih dari 2.100 personel TNI telah dikerahkan untuk mengamankan sejumlah objek vital, termasuk Bulog dan Bank Indonesia, serta membantu pembersihan puing-puing pasca kebakaran.
Sementara itu, Menteri PAN-RB Rini Widyantini menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam tragedi ini. Ia menegaskan pemerintah akan memastikan seluruh hak para korban terpenuhi, serta berharap keamanan segera pulih dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.
Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi warga Makassar. Selain kerugian besar, tragedi di gedung wakil rakyat tersebut memperlihatkan betapa rapuhnya kondisi sosial politik di daerah, sekaligus menjadi peringatan agar keamanan dan keselamatan selalu diutamakan dalam setiap dinamika demokrasi.
Reporter: Alifa Zakiah Syam
![]()

