BIOma – Echidna dikenal sebagai salah satu mamalia paling unik di dunia karena menentang sebagian besar ciri khas yang biasa dimiliki mamalia. Hewan ini tidak melahirkan, tetapi bertelur seperti reptil. Meskipun demikian, echidna tetap menyusui anaknya dan memiliki sistem tubuh khas mamalia. Keunikan ini menjadikannya salah satu makhluk tertua dan paling misterius yang masih bertahan hingga kini.
Dilansir dari nationalgeographic.co.id, echidna termasuk dalam kelompok Monotremata, yaitu mamalia purba yang bereproduksi dengan bertelur. Telur echidna menetas setelah kurang lebih sepuluh hari, kemudian anak yang disebut puggle akan disimpan di dalam kantung induknya hingga duri-durinya mulai tumbuh. Spesies ini tersebar di Australia dan Papua, serta mampu bertahan di berbagai kondisi lingkungan ekstrem.
Dikutip dari bbc.com, echidna memiliki lidah yang sangat panjang dan lengket untuk menangkap semut serta rayap sebagai makanan utama. Lidah tersebut dapat menjulur hingga 18 sentimeter dan bergerak ratusan kali per menit. Meskipun tidak memiliki gigi, echidna memecah makanannya dengan duri-duri halus di langit-langit mulut. Tubuhnya dilindungi duri keras dari keratin, bahan yang sama dengan kuku manusia, yang berfungsi melindunginya dari predator.
Menurut theconversation.com, penelitian terbaru menunjukkan bahwa echidna memiliki kemampuan fisiologis luar biasa. Hewan ini dapat menurunkan suhu tubuhnya hingga di bawah 10°C untuk berhemat energi pada musim dingin, bahkan tetap aktif di salju. Para peneliti dari University of Tasmania menemukan bahwa echidna memiliki sistem pendingin alami di ujung hidungnya yang berfungsi seperti “AC biologis,” menjaga suhu otaknya agar tetap stabil saat udara panas.
Hasil pengamatan tersebut membuktikan bahwa echidna merupakan contoh nyata adaptasi evolusi yang kompleks. Gabungan ciri reptil dan mamalia yang dimilikinya menunjukkan proses koevolusi panjang antara bentuk tubuh, perilaku, dan lingkungan hidup. Dengan keunikannya yang menentang hukum alam, echidna menjadi simbol ketangguhan kehidupan purba yang terus berevolusi hingga masa kini.
Reporter: Ainul Hidayat
![]()

