Kenali Produk Bioteknologi Konvensional Minas, Berikut Proses Pembuatan dan Khasiatnya

Produk Bioteknologi Minas (Doc. Int)

BIOma – Minas adalah minuman fermentasi bioteknologi konvensional yang terbuat dari beras ketan dan air kelapa yang telah difermentasi selama beberapa hari. Selama proses fermentasi, kandungan gula dalam beras ketan diubah menjadi alkohol oleh mikroorganisme yang ada di dalamnya. Setelah proses fermentasi selesai, minuman ini memiliki rasa manis dan sedikit beralkohol.

Dilansir dari detik.com, minas sendiri sudah dikenal sebagai minuman yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Selain mengandung probiotik alami yang baik untuk pencernaan, minuman ini juga mengandung antioksidan yang dapat membantu mengatasi radikal bebas dalam tubuh. Minas juga mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti vitamin B kompleks, vitamin C, dan kalsium.

Proses fermentasi pada minas, minuman khas Sinjai, dimulai dengan bahan utama yaitu beras ketan dan air kelapa yang dicampurkan dan dibiarkan selama beberapa jam hingga beras ketan terendam sepenuhnya dalam air kelapa. Setelah itu, campuran ini ditutup rapat dan dibiarkan fermentasi selama 2-3 hari. Selama proses fermentasi, gula dalam beras ketan diubah menjadi alkohol oleh mikroorganisme yang ada di dalamnya. Mikroorganisme yang umumnya terlibat dalam proses fermentasi minas adalah jenis ragi dan bakteri asam laktat.

Setelah proses fermentasi selesai, minuman ini disaring dan kemudian siap untuk diminum atau dijual. Minas yang masih segar memiliki rasa yang manis dan asam yang khas, serta aroma yang khas karena pengaruh ragi dan bakteri yang digunakan dalam proses fermentasi.

Proses fermentasi pada minas sangat penting karena proses ini menghasilkan senyawa-senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti probiotik dan antioksidan. Minuman ini awalnya hanya dibuat sebagai penyegar dan penghangat tubuh bagi nelayan yang turun melaut. Namun seiring berjalannya waktu, minuman ini semakin dikenal oleh banyak orang, khususnya di Sinjai. Minuman ini akhirnya perlahan menjadi salah satu incaran bagi wisatawan.

Selain pengganti minuman beralkohol, minas juga memiliki manfaat pemulihan dan penambah tenaga sebelum maupun setelah bekerja. Minuman ini aman dikonsumsi dari remaja hingga dewasa. Dalam perkembangannya, pemasaran minuman ini kian meluas karena memiliki cita rasa yang khas. Bahkan penjualan minas melebar ke daerah tetangga seperti Kabupaten Bone dan Kabupaten Bulukumba.

Reporter: Nur Nazhifah Adyputri

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *