Kenali Wisudawan Terbaik Jurusan Biologi FMIPA UNM Periode Juni 2025

WIsudawan Terbaik Biologi (Doc. Ist)

BIOma – Universitas Negeri Makassar (UNM) sukses menyelenggarakan Wisuda periode Juni 2025 yang digelar di Pelataran Menara Phinisi, Senin (30/7). Sebanyak 1.000 wisudawan resmi dikukuhkan dalam prosesi yang penuh khidmat. Dalam acara tersebut, diumumkan pula para wisudawan terbaik dari berbagai tingkat akademik, mulai dari fakultas hingga program studi.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), jurusan Biologi mencatatkan dua nama mahasiswa berprestasi. Hasmiatul Janna dari Program Studi Biologi Sains dan Muhammad Fadhil Jufri dari Program Studi Pendidikan Biologi berhasil meraih gelar wisudawan terbaik di masing-masing program studi.
Hasmiatul Janna merupakan angkatan 2021 yang berhasil menyelesaikan masa studinya selama 3 tahun 9 bulan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,45. Sementara itu, Muhammad Fadhil Jufri lulus dalam waktu 3 tahun 8 bulan dengan IPK 3,80

Keduanya mengaku bangga dan bersyukur atas pencapaian ini. Hasmiatul Janna menyebut bahwa bisa lulus di bawah empat tahun saja sudah menjadi pencapaian luar biasa, terlebih dinobatkan sebagai wisudawan terbaik.

“Bangga tentunya. Mampu menyelesaikan studi kurang dari 4 tahun saja sudah jadi pencapaian besar bagi diri saya sendiri sebagai mahasiswa yang menempuh perkuliahan di ranah sains. Tentunya suatu rasa bangga yang lebih lagi bisa menjadi wisudawan terbaik di prodi Biologi,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Muhammad Fadhil Jufri ikut menyampaikan kebahagiaannya atas hasil perjuangan yang ia tempuh selama kuliah.

“Perasaan saya tentu sangat senang, bahagia, dan bangga. Apalagi setelah perjuangan mendongkrak IPK di beberapa semester terakhir,” tuturnya.

Keduanya membagikan beberapa tips dan strategi belajar. Hasmiatul menekankan pentingnya menetapkan target sejak awal dan konsistensi dalam belajar.

“Pertama, tentukan target yang jelas sejak awal. Kedua, buat strategi belajar yang sesuai dengan gaya belajar kita. Ketiga, kelola waktu dengan baik, hindari menunda tugas. Terakhir, jaga integritas akademik. Dan satu hal penting, jangan tunggu motivasi datang, tapi biasakan diri tetap bergerak meski sedang lelah,” jelasnya.

Sementara itu, Fadhil menekankan pentingnya semangat pantang menyerah.

“Kuncinya jangan menyerah. Saya waktu masih maba juga tidak begitu tinggi IPK-nya, tetapi kemudian saya termotivasi dari itu dan bangkit. Tipsnya adalah jangan pernah malas masuk kuliah, kerjakan semua tugas, tumbuhkan jiwa kompetitif dalam kelas, dan pandai-pandailah mendekatkan diri ke dosen,” ujarnya.

Soal membagi waktu antara akademik dan organisasi, keduanya punya cara yang berbeda namun tetap efektif. Hasmiatul menyusun jadwal mingguan dan melakukan evaluasi setiap malam.

“Saya membagi waktu dengan menyusun jadwal mingguan yang mencakup perkuliahan, belajar mandiri, serta agenda organisasi. Setiap malam saya evaluasi dan siapkan prioritas untuk hari berikutnya,” jelasnya.

Fadhil mengandalkan manajemen prioritas sebagai kunci keseimbangan.

“Saya selalu pastikan tugas kuliah selesai dulu sebelum terjun ke kegiatan organisasi. Tapi bukan berarti saya mengorbankan salah satu, justru dua-duanya saling melengkapi. Organisasi memberi saya ruang berkembang di luar kelas, sementara akademik tetap jadi fokus utama,” terangnya.

Ketika ditanya mengenai rencana pascastudi, Hasmiatul menjawab dengan bijak bahwa ia ingin memberi ruang untuk memahami arah hidupnya ke depan.

“Bisa jadi lanjut studi, bisa jadi riset mandiri, atau terjun ke lapangan untuk melihat langsung masalah-masalah yang ingin saya jawab lewat pendidikan,” tuturnya.

Berbeda dengan itu, Fadhil dengan mantap mengungkapkan niatnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“InsyaAllah saya berencana untuk mempersiapkan pendaftaran beasiswa, untuk kemudian melanjutkan studi ke jenjang magister (S2),” pungkasnya.

Reporter: Haryani & Sarifah mutmainnah

Loading

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *