BIOma – Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi berbagai topik sesuai minat mereka. PKM tahun ini membagi kegiatan tersebut menjadi dua skema utama, yakni pendanaan dan insentif.
Skema Pendanaan PKM 2024 menawarkan mahasiswa delapan bidang eksplorasi, yaitu (1) Riset Eksakta (PKM-RE) untuk penelitian mendalam di bidang eksakta, (2) Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) untuk bidang sosial humaniora dan seni, (3) Kewirausahaan (PKM-K) yang menghadirkan produk iptek sebagai komoditas usaha mahasiswa, (4) Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) untuk solusi iptek bagi mitra non-profit, (5) Penerapan Iptek (PKM-PI) bagi mitra profit, (6) Karsa Cipta (PKM-KC) untuk hasil konstruksi karsa fungsional, (7) Karya Inovatif (PKM-KI) yang fungsional, inovatif, dan siap diproduksi masal berbasis iptek, serta (8) Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) yang mengangkat isu SDGs dan nasional.
Lain halnya dengan skema insentif yang melibatkan dua bidang kreatif, yakni (1) Gagasan Futuristik Tertulis (PKM-GFT) berfokus pada karya tulis ide konseptual untuk perubahan di masa depan, dan (2) Artikel Ilmiah (PKM-AI) menyajikan hasil kegiatan akademik mahasiswa di bidang pendidikan, penelitian, atau pengabdian kepada masyarakat. Dengan fokus pada inovasi dan pengembangan ilmu, skema insentif ini memberikan dorongan kepada mahasiswa untuk mengeksplorasi gagasan futuristik dan menyumbangkan kontribusi ilmiah dalam berbagai aspek kehidupan.
Proposal yang berhasil memenuhi standar nilai yang ditetapkan akan mendapatkan pendanaan dari Belmawa sebesar Rp6 juta hingga Rp.10 juta. Di samping itu, kampus bertanggung jawab untuk memberikan tambahan pendanaan maksimal Rp.2 juta. Tak hanya itu, mahasiswa juga memiliki peluang untuk memperoleh tambahan pendanaan sebesar maksimal Rp1 juta dari instansi lain. Semua dana tambahan ini harus dicantumkan secara rinci dalam proposal, dan menciptakan peluang lebih besar bagi mahasiswa untuk meraih dukungan keuangan yang optimal.
Reporter : Muhammad Fadhil Jufri
![]()

